JAVASATU.COM- Mantan pejabat tinggi Polri, Irjen Pol (Purn) Guntur Setyanto, kembali menggelar syukuran peringatan 20 Tahun Keris Diakui UNESCO di kediamannya, Samin House, Tangerang, pada Sabtu (29/11/2025).

Selama dua dekade, Guntur merayakan momen tersebut setiap tahun sejak pengakuan Keris sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 25 November 2005.
Guntur menegaskan, konsistensinya merayakan Hari Keris Sedunia dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluhuran budaya Nusantara.
“Saya merayakan hari pengakuan keris oleh UNESCO bukan hanya saat ini saja. Tetapi selalu konsisten tiap tahun dimanapun berada,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Tak Bertentangan dengan Hari Keris Nasional
Ia menekankan, peringatan tahunannya tidak dimaksudkan untuk menolak atau berseberangan dengan Hari Keris Nasional 19 April, yang ditetapkan pemerintah pada 2025.
Guntur menegaskan, ia sudah merayakan setiap 25 November jauh sebelum ada penetapan hari nasional tersebut.
Angkat Tema Keris Kamardikan
Pada perayaan 2025, kegiatan digelar bersama Forum Kuntul Baris dengan mengangkat tema Keris Kamardikan.
Konsep ini, menurut Guntur, penting untuk memperkuat pelestarian budaya tosan aji terutama di kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan, istilah Keris Kamardikan pertama dikenalnya dari Empu Soekamdhi, sementara pemaknaan kebebasan berkarya dijelaskan oleh Toni Junus.
Guntur berharap konsep tersebut terus dikembangkan sebagai ruang ekspresi perajin keris masa kini.
Dorong Pelestarian Besalen dan Riset Keris
Guntur juga menyoroti pentingnya melestarikan besalen sebagai ruang kerja para empu. Ia mencontohkan Besalen Gulo Klopo yang bekerja sama dengan TMII sebagai model laboratorium keris modern.
Menurutnya, besalen tersebut menghasilkan banyak eksperimen dan karya Keris Kamardikan yang bernilai tinggi.
“Keris Kamardikan yang dibuat berdasarkan literasi yang benar, seperti buku Pendameling Duwung, bisa menghasilkan karya istimewa dengan nilai tinggi,” tambahnya.

Pesan untuk Generasi Muda
Menutup acara, Guntur mengajak generasi muda untuk mempelajari nilai-nilai luhur budaya Tosan Aji Nusantara.
Ia menilai, filosofi dalam sebilah keris dapat menjadi sumber inspirasi untuk mendorong karakter yang penuh empati dan saling menghormati. (nuh)