email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mangrove Gresik Capai 3.921 Hektare, Ujungpangkah Jadi Kawasan Terluas

by Sudasir Al Ayyubi
30 Juli 2026

JAVASATU.COM- Kawasan mangrove di Kabupaten Gresik mencapai 3.921,18 hektare dan tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan Ujungpangkah menjadi wilayah dengan kawasan mangrove terluas, mencapai 2.289,5 hektare.

Data tersebut berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024 dan 2025. Setelah Ujungpangkah, kawasan mangrove terluas berada di Kecamatan Bungah dengan 555,64 hektare dan Manyar 399,89 hektare.

Mewakili Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Pemkab Gresik)

Besarnya kawasan mangrove tersebut menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu aset ekologis penting bagi Kabupaten Gresik. Mangrove berperan melindungi garis pantai, mencegah abrasi dan intrusi air laut, sekaligus menjadi habitat berbagai biota.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan keberadaan mangrove tidak bisa dipandang sebatas kawasan tanaman pesisir. Ekosistem tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang tinggal dan menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan pesisir.

“Bagi Gus Yani, mangrove bukan sekadar tanaman yang kita tanam kemudian selesai. Ada ekosistem yang harus kita jaga, ada masyarakat pesisir yang kehidupannya berkaitan dengan kawasan ini, dan ada masa depan lingkungan yang harus kita pastikan tetap baik,” ujar Alif.

Menurut Alif, besarnya kawasan mangrove Gresik membutuhkan pengelolaan berkelanjutan. Perlindungan tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat pesisir, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan hingga pemerintah pusat dan provinsi.

Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Tuban, Rabu (29/7/2026).

Penghargaan yang diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu diberikan atas komitmen Bupati Gresik dalam pembinaan, perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Penghargaan diterima Alif yang hadir mewakili Gus Yani.

“Penghargaan ini diberikan kepada Gus Yani sebagai bentuk apresiasi atas komitmen beliau dalam pembinaan, perlindungan, dan pengelolaan ekosistem mangrove di Gresik. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga apa yang sudah dibangun,” katanya.

Tak hanya pemerintah daerah, sejumlah kelompok masyarakat pesisir Gresik juga mendapat penghargaan dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10. Mereka antara lain Pokmaswas Muara Tangguh Desa Pangkahwetan, Pokmaswas Pangkahkulon, Pokja Peduli Lingkungan dan Pelestarian Mangrove Desa Banyuurip, serta Pokwasmas Tirtawening Desa Banyuurip.

PT Saka Indonesia Pangkah Limited juga mendapat penghargaan atas dukungannya terhadap pelestarian ekosistem mangrove melalui rehabilitasi mangrove.

Menurut Alif, penghargaan tersebut menunjukkan pelestarian mangrove di Gresik mulai menjadi gerakan bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri karena masyarakat pesisir merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan ekosistem tersebut.

“Penghargaan ini untuk Gus Yani, tetapi semangat menjaganya adalah semangat kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus dilibatkan, karena masyarakat pesisir adalah bagian penting dari ekosistem itu sendiri,” tegasnya.

Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove Gresik juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang wisata alam, penelitian dan pendidikan. Namun, pemanfaatannya harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan tidak mengurangi fungsi utama mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir.

Alif mengatakan pengelolaan mangrove juga harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Karena itu, Pemkab Gresik mendorong penguatan regulasi, data dan informasi, kelembagaan, partisipasi masyarakat serta skema pendanaan dari berbagai sumber.

“Gus Yani sudah menunjukkan komitmen. Tugas kami adalah melanjutkan dan memperkuat komitmen itu. Karena kalau kita menjaga mangrove, sesungguhnya kita sedang menjaga pesisir Gresik, menjaga kehidupan masyarakat, dan menyiapkan lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” pungkas Alif.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Hanifah Dwi Nirwana mengatakan Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove Indonesia mencapai sekitar 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total luas mangrove dunia.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam perlindungan mangrove nasional. Luas mangrove di provinsi tersebut mencapai sekitar 31.067 hektare.

BacaJuga :

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

Hanifah menekankan pengelolaan mangrove harus menggunakan pendekatan berbasis lanskap. Artinya, perlindungan ekosistem tidak hanya melihat kawasan mangrove, tetapi juga hubungan antara sungai, daratan, laut serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan pengelolaan mangrove juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.

Hanifah berharap Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 dapat memperkuat kolaborasi dan mempercepat aksi nyata untuk menjaga serta memulihkan kawasan mangrove.

“Mari kita jaga, pulihkan, dan lestarikan mangrove bersama. Karena menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, menjaga kehidupan, dan juga mengamankan masa depan generasi Indonesia,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi juga mengapresiasi kepala daerah dan masyarakat yang aktif menjaga ekosistem mangrove. Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir membutuhkan komitmen jangka panjang dan kerja bersama.

Dengan luas mencapai 3.921,18 hektare, mangrove Gresik bukan hanya aset lingkungan. Ekosistem tersebut menjadi benteng alami pesisir sekaligus ruang hidup masyarakat yang keberadaannya perlu dijaga secara berkelanjutan, terutama di Ujungpangkah sebagai kawasan mangrove terluas di Gresik. (bas/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: EkologiJawa TimurKabupaten GresikKecamatan UjungpangkahMangrove

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

NasDem Ingin Kursi DPR RI Malang Raya Kembali pada 2029

Kiki Aston soal Polemik Asep Nurdiansyah: Jangan Jadikan Medsos Pengadilan Opini

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

BERITA LAINNYA

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

NasDem Ingin Kursi DPR RI Malang Raya Kembali pada 2029

Kiki Aston soal Polemik Asep Nurdiansyah: Jangan Jadikan Medsos Pengadilan Opini

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved