JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati (Mbak Wali) mendorong admin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Karang Taruna (kartar) mengoptimalkan media sosial (medsos) untuk memperkuat branding Kota Kediri sebagai Kota MAPAN. Arahan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial di Pasar Setono Betek lantai 2, Senin (9/2/2026).

Sebanyak 85 admin media sosial OPD dan 39 perwakilan Karang Taruna mengikuti kegiatan tersebut. Bimtek menghadirkan narasumber Adhi Kusumo dari Kelas Pagi Kediri dan Hadianto dari Kediri Creative Hub.
Mbak Wali menegaskan, di era digital, media sosial menjadi instrumen strategis dalam membangun citra daerah. Karena itu, potensi Kota Kediri di sektor pariwisata, budaya, sejarah, hingga ekonomi harus dikemas dengan narasi positif dan komunikatif.
“Kita termasuk kota tertua nomor tiga. Potensi sejarah, budaya, dan pariwisata harus dikenalkan lebih luas. Kalau tidak dipromosikan, masyarakat luar tidak akan tahu,” ujarnya.
Menurutnya, promosi daerah tidak cukup hanya dengan unggahan biasa. Pengelolaan konten harus dilakukan secara kreatif, profesional, dan tetap menjunjung etika komunikasi publik. Konten yang terarah dan menarik dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat luar untuk datang dan mengenal Kota Kediri lebih dekat.
“Kalau asal unggah, masyarakat bisa bingung. Tapi kalau dikemas menarik dan narasinya positif, pasti lebih mudah diterima,” tegasnya.
Ia juga meminta para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari narasumber yang berpengalaman di bidang kreatif dan komunikasi digital.
Pemerintah Kota Kediri, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi aktif generasi muda dan admin OPD dalam memperkuat citra Kota MAPAN di ruang digital.
Melalui optimalisasi media sosial, Pemkot Kediri menargetkan branding kota semakin kuat, dikenal luas, dan berdampak pada peningkatan kunjungan serta pertumbuhan ekonomi daerah. (kur/arf)