JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik sepakat memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui dakwah. Kesepakatan ini tercapai dalam silaturrahim yang digelar di Kantor MUI Gresik, Kamis (26/2/2026).

Ketua BNN Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si, menegaskan peredaran narkoba di Gresik menjadi perhatian serius.
“Sebagai kota industri, narkoba bukan hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dipakai sebagian pekerja untuk menunjang aktivitas kerja. Peredaran ini sudah menyebar ke semua kalangan, termasuk remaja,” ujarnya.
Suharsi menambahkan, dalam sepekan terakhir BNN berhasil mengamankan lima remaja, termasuk yang masih berusia 16 tahun, akibat penyalahgunaan narkoba.
Dia berharap para ulama dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi melalui dakwah, dengan dukungan pembekalan dari BNN mengenai dampak narkoba dari sisi hukum, kesehatan, dan sosial.
Ketua Bidang Dakwah, Penelitian, dan Pengembangan Masyarakat MUI Gresik, Drs. Nur Fakih, menyatakan dukungannya.
“MUI dan BNN memiliki tanggung jawab sama untuk menjaga masyarakat dari bahaya narkoba. Terlebih Gresik sebagai kota industri dengan pelabuhan yang terbuka, berisiko menjadi jalur masuk pengaruh negatif,” jelasnya.
Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, M.Ag, menambahkan pentingnya materi langsung dari BNN bagi para kiai, khususnya di tingkat kecamatan, agar dakwah yang disampaikan lebih kuat dan komprehensif.
Ia juga mengusulkan pilot project pendampingan desa atau komunitas sebagai model pencegahan narkoba berbasis dakwah yang berkelanjutan.
Silaturrahim ini menjadi awal sinergi antara ulama dan aparat dalam membangun gerakan dakwah anti narkoba secara sistematis. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sekretaris MUI Gresik, Drs. Awwaluddin, M.Ag. (bas/nuh)