JAVASATU.COM- Mundurnya Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, H. Rosyidin, memicu digelarnya Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026. Sejumlah pihak menilai, agenda tersebut wajib disertai pembentukan tim formatur demi pembenahan organisasi.

Penasehat Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Malang, Eryk Armando Talla, menegaskan pembentukan tim formatur menjadi keharusan dalam Musorkablub, mengingat pengunduran diri Rosyidin dilatarbelakangi kegagalan membawa Kabupaten Malang menembus tiga besar Porprov Jatim IX 2025.
“Kalau tim sebelumnya dinilai gagal, maka harus diganti secara menyeluruh. Ketua KONI terpilih nanti wajib membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan yang sejalan dengan visi baru,” kata Eryk saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Diketahui, Rosyidin mengundurkan diri sejak 20 Desember 2025, meski masa jabatannya masih berjalan hingga 2028. Kekosongan jabatan tersebut langsung memunculkan sejumlah nama yang dikabarkan siap maju sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang, mulai dari kepala desa, tokoh olahraga, pengurus KONI, hingga legislator aktif.
Eryk menilai banyaknya kandidat menjadi sinyal positif bagi dinamika organisasi olahraga di Kabupaten Malang. Namun, ia menekankan bahwa tantangan utama KONI ke depan bukan hanya figur ketua, melainkan manajemen dan pengelolaan anggaran.
“KONI itu sangat bergantung pada anggaran. Karena itu, bukan hanya ketua, tetapi sekretaris dan bendahara juga harus benar-benar paham soal budgeting, perencanaan, pengawasan anggaran, dan manajemen keolahragaan,” ujarnya.
Ia menyarankan struktur kepengurusan ke depan diperkuat dengan pengurus harian yang kompeten, termasuk ketua harian, sekretaris jenderal, dan bendahara yang dibantu wakil-wakil berpengalaman di bidang teknis olahraga dan tata kelola organisasi.
“Kalau pengurusnya solid, paham manajemen dan teknis olahraga, saya yakin KONI Kabupaten Malang bisa lebih maju dan berprestasi,” pungkas Eryk. (agb/arf)