JAVASATU.COM- Proses pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai proses tersebut harus menjunjung tinggi prinsip netralitas serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Perhatian ini muncul seiring beredarnya informasi terkait munculnya sejumlah kandidat yang berasal dari kalangan legislator aktif. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sejumlah cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kabupaten Malang terkait potensi masuknya kepentingan non-olahraga dalam proses pemilihan pimpinan organisasi keolahragaan tersebut.
Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, menilai KONI seharusnya tetap menjadi ruang pembinaan olahraga yang profesional dan independen. Ia mengingatkan agar proses pemilihan Ketua KONI tidak diwarnai tekanan atau kepentingan di luar tujuan pembinaan prestasi atlet.
“KONI adalah wadah pembinaan olahraga. Proses pemilihan ketua harus menjunjung netralitas dan mengacu pada AD/ART, agar tidak bergeser dari tujuan utamanya,” ujar Awangga saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, cabang olahraga membutuhkan suasana yang kondusif untuk fokus melakukan pembinaan atlet. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak membawa kepentingan lain yang berpotensi mengganggu kinerja organisasi.
Awangga juga menekankan pentingnya mekanisme internal KONI berjalan sesuai aturan, termasuk pembentukan formatur dan penjaringan calon yang transparan. Hal tersebut dinilai penting agar proses Musorkablub berjalan demokratis dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
“Siapa pun boleh mencalonkan diri selama memenuhi ketentuan organisasi. Namun harus dipastikan tidak terjadi rangkap jabatan dan tetap patuh pada aturan yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Ketua KONI Kabupaten Malang yang terpilih nantinya benar-benar memiliki komitmen untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah, terlebih menjelang berbagai agenda kejuaraan dan tantangan pembinaan atlet ke depan.
Musorkablub KONI Kabupaten Malang sendiri dijadwalkan digelar dalam waktu dekat untuk memilih Ketua Umum baru, menyusul berakhirnya masa kepemimpinan sebelumnya. Proses ini diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi olahraga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi. (agb/nuh)