JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 18 dokter telah ditempatkan di desa dan kelurahan untuk mendekatkan pelayanan medis kepada warga.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan jumlah tersebut masih belum mencukupi. Pemerintah kota masih membutuhkan enam dokter tambahan agar layanan kesehatan dapat merata di seluruh wilayah.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada delapan belas dokter yang tersebar di desa dan kelurahan di Kota Batu. Berarti masih kurang enam dokter lagi,” ujar Nurochman dalam sosialisasi strategi optimalisasi kepesertaan aktif BPJS Kesehatan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Jumat (13/3/2026).
Menurut Nurochman, pemerataan tenaga kesehatan menjadi langkah penting agar masyarakat mendapatkan layanan medis yang cepat, dekat, dan profesional.
“Harapan kami, dengan pemerataan akses kesehatan ini maka pelayanan kesehatan bisa dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat tanpa terhalang jarak,” katanya.
Layanan Home Care untuk Kelompok Rentan
Selain menempatkan tenaga medis di desa dan kelurahan, Pemerintah Kota Batu juga menjalankan layanan kesehatan langsung ke rumah atau home care.
Program ini ditujukan untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas.
“Tenaga kesehatan memberikan pelayanan langsung di rumah untuk memastikan warga yang memiliki keterbatasan tetap mendapatkan hak layanan medis yang layak,” jelas Nurochman.
Layanan Kesehatan Berbasis Pencegahan
Nurochman menambahkan, Pemkot Batu kini mengubah paradigma layanan kesehatan dari pendekatan kuratif menjadi preventif.
Jika sebelumnya pelayanan lebih banyak dilakukan setelah masyarakat sakit, kini pemerintah mendorong pencegahan sejak dini melalui berbagai program kesehatan masyarakat.
Selain itu, jam operasional layanan kesehatan juga diperluas melalui sistem siaga 24 jam yang terintegrasi dengan puskesmas sentral.
Capaian UHC Kota Batu Capai 99 Persen
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja mengatakan capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Batu telah mencapai 99 persen.
Jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang didaftarkan pemerintah tercatat sebanyak 26.991 jiwa.
Selain itu, peserta Penerima Bantuan Iuran Pekerja Bukan Penerima Upah yang dibiayai pemerintah daerah mencapai 86.406 jiwa, sementara peserta pekerja penerima upah dari badan usaha maupun pemerintah mencapai lebih dari 44 ribu jiwa.
Kepala BPJS Kesehatan Kota Batu Erra Widayati menambahkan capaian kepesertaan aktif JKN di Kota Batu saat ini berada di angka 80,72 persen.
Pada 2025, penerimaan program JKN di Kota Batu tercatat berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp15,7 miliar, pemerintah daerah Rp57,4 miliar, serta sektor nonpemerintah Rp34,6 miliar.
Sementara realisasi biaya pelayanan kesehatan di Kota Batu sepanjang 2025 mencapai Rp267,5 miliar dengan rata-rata Rp22,2 miliar per bulan. Penyakit jantung menjadi kasus katastrofik dengan biaya tertinggi, mencapai Rp45,5 miliar. (yon/nuh)