JAVASATU.COM- Rencana pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Baribis di Kabupaten Majalengka tetap dilanjutkan meski lokasi tersebut berada di kawasan yang dilalui Sesar Baribis.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melakukan penyesuaian desain setelah pemerintah pusat meminta kepastian mengenai kondisi sesar di kawasan rencana pembangunan. Sejumlah bangunan pendukung akan digeser sekitar 20 meter sebagai langkah mitigasi.
“Karena mungkin pemerintah pusat mendengar bahwa SOR itu rencananya berdiri di Baribis, yang terkenal di sana ada jalur Sesar Baribis,” kata Bupati Majalengka Eman Suherman, Rabu (23/9/2026).
Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan pemerintah pusat setelah muncul informasi mengenai jalur Sesar Baribis di kawasan rencana pembangunan SOR. Eman menyebut langkah itu merupakan bentuk kehati-hatian agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Hal itu disampaikan Eman setelah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Strategis. Pemkab Majalengka kemudian diminta memastikan kembali kondisi lokasi pembangunan SOR Baribis.
“BMKG kemudian melakukan kajian dan analisis selama 12 hari di lokasi tersebut,” ujar Eman.
Atas permintaan tersebut, Eman menyurati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan kajian terhadap lokasi yang direncanakan menjadi kawasan SOR.
“Hasilnya memang di sana ada jalur Sesar Baribis, bahkan ada tiga teori yang dipakai,” ujarnya.
Meski ditemukan jalur Sesar Baribis, hasil kajian BMKG tidak membuat pembangunan SOR Baribis dihentikan. Eman menjelaskan, area yang diperuntukkan sebagai lapangan utama tidak berada tepat di jalur sesar.
Namun, beberapa bangunan dan fasilitas pendukung berada di sekitar jalur tersebut.
“Di kawasan peruntukan lapangnya memang tidak terkena. Tapi sebelah kirinya ada masjid dan GOR, itu berada tepat di atas,” jelasnya.
Pemkab Majalengka bersama pihak terkait kemudian menyesuaikan rancangan kawasan SOR. Sejumlah bangunan pendukung dan area parkir direncanakan bergeser dari posisi awal.
“Ya akhirnya hanya digeserkan saja, penting 20 meter saja geser,” kata Eman.
Area parkir yang semula direncanakan berada di kawasan tersebut juga disesuaikan dengan rancangan penghijauan. Perubahan desain itu telah diterima pemerintah pusat sehingga rencana pembangunan SOR Baribis tetap berjalan.
“Alhamdulillah ini diterima oleh Pak Direktur, Pak Dirjen, dan insya Allah tidak ada masalah,” ucapnya.
Kajian Sesar Baribis membuat tahapan pembangunan mengalami penyesuaian. Target yang sebelumnya diproyeksikan mulai bergerak pada 2027 kini masih berada pada tahap perencanaan.
“Seharusnya 2027 sudah mulai bergerak. Sekarang perencanaannya saja dulu karena ada informasi ini. Ya, kehati-hatian dari pemerintah pusat,” katanya.
Eman berharap proses penyesuaian desain tidak menghambat pembangunan SOR yang dinilai dibutuhkan masyarakat Majalengka. Ia juga meminta dukungan agar rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut dapat terealisasi.
“Mohon doa teman-teman, kawan-kawan. Kami ingin mewujudkan kebutuhan masyarakat terkait dengan sarana olahraga ini,” ujar Eman. (eko/arf)