JAVASATU.COM- MI Al-Karimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, memperkuat program unggulan Tasmi’ Juz 30 sepanjang Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut dijalankan secara konsisten pada semester ganjil dan genap untuk membiasakan siswa membaca Al-Qur’an secara tartil sekaligus memperkuat hafalan.

Kegiatan Tasmi’ Juz 30 dipusatkan di gedung baru MI Al-Karimi, Jalan Garuda, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik. Pelaksanaannya dijadwalkan setiap hari setelah apel pagi dengan pendampingan guru yang telah ditunjuk.
Kepala Madrasah (Kamad) MI Al-Karimi, Muhammad Syafi’ S.Ag., mengatakan program tersebut tidak dirancang sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi bagian dari pembiasaan siswa selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Alhamdulillah di Tahun Ajaran 2026-2027 ini, MI Al-Karimi berkomitmen penuh untuk menjadikan program Tasmi’ Juz 30 sebagai prioritas utama yang berjalan terus-menerus, baik di semester ganjil maupun semester genap. Kami tidak ingin program ini hanya berjalan sesaat, melainkan berkelanjutan hingga menjadi kebiasaan yang baik bagi anak-anak kami,” kata Syafi’, Rabu (23/9/2026).
Hafalan Siswa Dipantau Secara Berkala
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapat pendampingan dari guru yang ditugaskan dalam kegiatan Tasmi’. Perkembangan hafalan setiap siswa dipantau oleh Hj. Aunur Rofiqoh selaku Koordinator Tahfidzul Qur’an (TQ) MI Al-Karimi.
Pemantauan dilakukan melalui catatan perkembangan, termasuk hasil setoran hafalan. Catatan tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan masing-masing siswa sekaligus menjadi bahan pemantauan bagi orang tua di rumah.
Menurut Syafi’, program tersebut diarahkan untuk membangun kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini. Selain hafalan, siswa juga didorong mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar.
“Tujuan utamanya sederhana, agar santri atau murid MI Al-Karimi sejak dini mencintai Al-Qur’an, mampu membacanya dengan tartil dan memiliki hafalan yang kuat sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Kami berharap di akhir masa pendidikan di MI Al-Karimi, seluruh murid dapat menuntaskan hafalannya Juz 30 dengan lancar. Amin,” ujarnya.
Orang Tua Diminta Perkuat Pembiasaan di Rumah
Pihak madrasah juga mengharapkan keterlibatan orang tua dalam menjaga konsistensi hafalan siswa. Pendampingan di rumah dinilai penting agar materi yang dipelajari di madrasah dapat terus diulang dan diperkuat.
Syafi’ berharap kolaborasi antara madrasah dan keluarga dapat mendukung pembentukan karakter siswa yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kami juga berharap dukungan penuh dari seluruh orang tua murid agar apa yang diajarkan di madrasah dapat diperkuat di rumah. Semoga program ini menjadi langkah awal lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan cinta kepada Kitabullah,” pungkasnya.
Kegiatan Tasmi’ Juz 30 tersebut ditutup dengan foto bersama yang melibatkan Kamad, Koordinator TQ, siswa kelas VI, serta wali murid yang anaknya mengikuti Tasmi’.
Dengan pelaksanaan sepanjang semester ganjil dan genap, MI Al-Karimi menargetkan program Tasmi’ Juz 30 tidak berhenti pada kegiatan setoran hafalan, tetapi menjadi rutinitas yang membentuk kebiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an bagi siswa. (arf)