email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

AKSI & ECOTON Ajak Warga Malang Tidak Buang Sampah Plastik ke Sungai Brantas

by Yondi Ari
2 Februari 2023
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM-MALANG- Memperingati hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day, Asosiasi Komunitas Sungai Nusantara (AKSI Nusantara) dan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) menggelar aksi damai di Alun-alun Kota Malang, Kamis (2/2/2023).

(Foto: AKSI & ECOTON for Javasatu.com)

Aksi mereka sebagai ungkapan keresahan atas kondisi sungai Brantas saat ini. Mereka mengajak warga Malang agar tidak membuang sampah, terutama sampah plastik ke sungai Brantas.

Menurut Rafika Aprilianti, peneliti mikroplastik ECOTON menjelaskan bahwa Mikroplastik tidak dapat dengan mudah dihilangkan dari perairan karena sifatnya yang persisten. Tingkat kontaminasi polusi mikroplastik dapat berdampak pada rantai makanan di perairan laut, mulai dari dari mikroorganisme seperti plankton, berbagai jenis ikan, dan mamalia.

“Mikroplastik yang telah terakumulasi di lingkungan akan mempengaruhi kesehatan lingkungan beserta biota yang ada didalamnya. Mikroplastik yang ada di lingkungan dapat menyerap dan mengangkut bahan kimia beracun dilingkungan menuju rantai makanan manusia,” terang Rafika dalam pers rilisnya, Kamis (2/1/2023).

Masih menurut dia, dari semua penyakit yang mempengaruhi kesehatan manusia, diperkirakan lebih dari 50% murni akibat faktor lingkungan. Para peneliti menemukan bahwa mikroplastik polipropilena akan dengan mudah menyerap senyawa organik hidrofobik dan disebut sebagai polutan organik persisten (POP). Pembakaran terbuka plastik dan produk plastik melepaskan polutan seperti logam berat, dioksin, PCB dan furan yang bila terhirup dapat menimbulkan risiko kesehatan terutama gangguan pernapasan.

Lebih jauh ia menerangkan, saat produksi plastik ditambahkan juga zat additif untuk memberikan karakteristik dan sifat bahan plastik, seperti fleksibilitas dan tahan terhadap panas dan sinar UV.

“Zat-zat ini tidak terikat secara kovalen dengan plastik, dan dapat dengan mudah larut dan terakumulasi (mengendap) di lingkungan. Zat aditif tersebut berpotensi tersalurkan kedalam tubuh organisme dan menyebabkan gangguan hormon endokrin,” terangnya.

BacaJuga :

Kasus Rp500 Juta Mandek 16 Bulan di Polresta Malang Kota

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

Selain itu, kata dia, paparan mikroplastik pada ibu hamil menyebabkan berkurangnya berat testis pada calon bayinya, merusak sel epitel pada reproduksi dan penurunan jumlah sperma.

“Paparan mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan vas deferens, viabilitas dan konsentrasi sperma menurun, meningkat malformasi sperma, dan apoptosis sel spermatogenik,” imbuh dia menegaskan.

Kondisi Sungai Brantas Kini

(Foto: AKSI & ECOTON for Javasatu.com)

Rafika Aprilianti juga memaparkan, sungai Brantas sebagai salah satu ekosistem lahan basah yang menyimpan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi, ekologi maupun budaya saat ini kondisinya semakin memprihatinkan.

Sepanjang tahun 2022 sesuai hasil penelitian Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan bahwasanya Jawa Timur menjadi salah satu provinsi tertinggi yang terkontaminasi mikroplastik. Sungai Brantas termasuk sungai yang menyumbang polusi mikroplastik. Mikroplastik ini berasal dari sampah-sampah plastik yang dibuang ke sungai.

“Sampah plastik yang ada dilingkungan tidak akan terurai dan hilang, tetapi hanya akan terpecah menjadi mikroplastik,” jelasnya.

DIterangkan, faktor yang menyebabkan sampah plastik terpecah menjadi mikroplastik adalah pelapukan, fotolisis, abrasi, mekanik, dan bahkan dekomposisi mikroba.

“Mikroplastik adalah remahan atau potongan plastik yang berukuran lebih kecil dari 5mm hingga 1 μm, terdapat 2 kategori partikel mikroplastik berdasarkan ukurannya yaitu ukuran besar 1-5 mm dan kecil <1mm,” beber Rafika.

Masukan 

(Foto: AKSI & ECOTON for Javasatu.com)

Tonis Afrianto pegiat Zero Waste ECOTON menjelaskan bahwa, melalui kampanye ini kami merekomendasikan Kota Malang untuk mempeluas layanan tata kelola sampah hingga pelosok desa.

“Pemerintah membangun TPS 3R di setiap desa dengan didukung fasilitas sampah (dropo sampah) di pelosok desa dan masyarakat yang hidup dibantaran sungai”, tegasnya.

Aksi ini, lanjut dia, juga mendorong pemerintah untuk Alokasi anggaran yang cukup untuk memperbanyak kawasan bebas sampah Zero Waste Cities sebagai sebagai solusi pengelolaan sampah mandiri skala desa/ kelurahan agar sampah terkelola dengan baik dan benar sehingga tidak bocor ke sungai. Serta penegakan hukum tegas bagi pelaku pembuangan sampah ke sungai.

Terkahir, Tonis meminta Pemerintah harus melakukan edukasi secara intensif kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada aktivitas sehari-hari, mengingat plastis sekali pakai memiliki kandungan senyawa berbahaya bagi tubuh dan berdampak buruk pada sungai sehingga masyarakat dapat bergaya hidup zero waste bebas plastik. (Dop/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: AksiEcotonMikroplastikSampah PlastikSungai Brantas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Kasus Rp500 Juta Mandek 16 Bulan di Polresta Malang Kota

Polres Gresik Tangkap Residivis, 51 Gram Sabu Siap Edar Disita

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

Warga Nahdliyin Tebuwung Megengan Sambut Ramadan

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

MUI Kecamatan Gresik Temui Camat, Bahas Program Ramadan hingga Perkuat Sinergi

Prev Next

POPULER HARI INI

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

BERITA LAINNYA

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

DLHKP Kota Kediri Bersihkan Cagar Budaya Jembatan Lama dari Tumpukan Sampah

Ananda Sukarlan: Musik Bikin Dunia Lebih Masuk Akal di Hari Asperger 2026

GIBM Buka Rekrutmen Nasional, Ormas Anti-Korupsi dari Blitar

Hilal Tak Terlihat di Pasuruan, 1 Ramadan 2026 Jatuh pada 19 Februari

Polda Jateng Perketat Pengamanan Imlek 2026 Lewat KRYD

Prof Ahmad Barizi Dorong Pesantren Sumenep Cetak Muslim Kamil di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved