JAVASATU.COM- Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau sejumlah rumah pompa dan saluran air di wilayah perkotaan, Sabtu (7/11/2026).
Peninjauan bersama Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik itu dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir menjelang musim hujan.

Sejumlah titik yang diperiksa meliputi rumah pompa Pulopancikan, Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Tuwo, serta dua rumah pompa di kawasan Banjarsari, tepatnya di belakang kompleks Pemerintah Daerah.
Pemeriksaan mencakup kesiapan pompa, pintu air, dan kondisi saluran yang berpotensi mengalami sedimentasi.
Di rumah pompa Pulopancikan, Alif memeriksa kesiapan operasional pompa dan saluran menuju muara sungai.
Ia mendorong agar sistem pengoperasian pompa yang masih manual ditingkatkan menjadi otomatis agar lebih responsif dalam mengendalikan debit air.
Alif juga meminta sedimentasi di sejumlah saluran segera ditangani melalui pengerukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran air, terutama pada saluran yang terhubung dengan rumah pompa dan muara sungai.
“Penanganan sedimentasi ini perlu segera ditindaklanjuti. Kita akan koordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar pengerukan dapat dilakukan secara optimal. Tentunya, pelaksanaannya harus memperhatikan kondisi infrastruktur yang ada,” tegas Alif.
Kepala Dinas CKPKP Kabupaten Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, rumah pompa Pulopancikan menjadi salah satu titik krusial yang perlu dipantau, terutama karena berkaitan dengan kondisi air pasang.
“Pak Wabup mengajak tim CKPKP untuk memonitor kesiapan menghadapi musim hujan. Rumah pompa Pulopancikan menjadi salah satu titik krusial, terutama karena berkaitan dengan kondisi air pasang,” jelas Ida.
Peninjauan dilanjutkan ke rumah pompa Kali Tutup Timur dan pintu airnya. Infrastruktur tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan potensi banjir di kawasan Saman Hudi. Selain memastikan kesiapan pintu air dan pompa, pemerintah daerah juga menilai perlu dilakukan pengerukan sedimentasi agar aliran air menuju Pulopancikan lebih lancar.
Monitoring berikutnya dilakukan di kawasan Raden Santri. Di lokasi ini, terdapat rencana pembangunan saluran yang menghubungkan kawasan Saman Hudi dengan area pelabuhan melalui tujuh ruas saluran. Aliran air dari kawasan tersebut nantinya akan diarahkan menuju Pulopancikan dan Kali Tutup Timur.
Pemkab Gresik juga memantau sejumlah pintu air di kawasan WEP yang mengarah ke utara dan Pulopancikan. Sedimentasi di kawasan tersebut perlu dikeruk, tetapi pelaksanaannya membutuhkan perencanaan teknis karena terdapat tiang pancang bangunan yang harus dilindungi serta keterbatasan ruang untuk mobilisasi alat berat.
Ida mengatakan, kebutuhan teknis pengerukan di kawasan itu akan dibahas lebih lanjut bersama Wabup Alif. Pembahasan mencakup kebutuhan peralatan, mobilisasi alat berat, hingga dukungan anggaran agar pekerjaan tidak mengganggu infrastruktur yang sudah ada.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Gresik mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi.
Upaya antisipasi banjir tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko genangan dan luapan air akibat curah hujan tinggi maupun pasang air laut. (bas/arf)





