JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka pelatihan Training of Trainer (TOT) Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) untuk memperkuat peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam mewujudkan keluarga ramah anak. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 7–8 Oktober 2026, di Omah Sawah, Kota Kediri.

Pelatihan bertema “Penguatan Peran TP PKK dalam Mewujudkan Keluarga yang Ramah Anak” itu diikuti perwakilan Pokja I dan Pokja II TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Kediri.
Para peserta dipersiapkan untuk meneruskan edukasi tentang pengasuhan positif, pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan, dan ketahanan keluarga kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Vinanda menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, pola asuh, kasih sayang, perlindungan, serta lingkungan yang aman turut memengaruhi kualitas generasi mendatang.
“Kalau kita bisa menciptakan lingkungan yang baik untuk anak, InsyaAllah kualitas generasi yang akan datang juga akan baik,” ujar Vinanda, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, upaya mewujudkan keluarga ramah anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan keluarga dan masyarakat diperlukan, termasuk melalui kader TP PKK yang berinteraksi langsung dengan warga.
Vinanda menegaskan, keluarga ramah anak tidak harus menjadi keluarga yang sempurna. Hal terpenting adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar anak merasa dicintai serta dapat berkembang dengan baik.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman dan aman, sehingga anak-anak merasa dicintai. Mereka dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.
Vinanda juga menyoroti empat aspek yang perlu diperkuat dalam keluarga ramah anak, yakni pola asuh positif, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pencegahan kekerasan serta eksploitasi anak, dan penguatan ketahanan mental. Selain itu, ketahanan spiritual dan ekonomi keluarga dinilai perlu mendapat perhatian.
“Saya yakin apabila kita bisa membangun ketahanan mental, spiritual, dan ekonomi yang baik, serta suami istri saling berkolaborasi bagaimana menjaga semua itu, InsyaAllah generasi mendatang akan menjadi generasi yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin menjelaskan, PUSPAGA menyediakan layanan edukasi, informasi, konsultasi, konseling, serta penguatan kapasitas keluarga.
Melalui TOT tersebut, kader TP PKK diharapkan memiliki bekal untuk menyebarluaskan edukasi tentang pengasuhan positif, komunikasi efektif dalam keluarga, pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
Materi pelatihan meliputi pengenalan PUSPAGA Kirana Kota Kediri oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB); pola asuh ramah anak dan komunikasi efektif keluarga dalam perspektif konvensi hak anak oleh Adri Suyatno, Trainer Sarjana Humor; pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh perwakilan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak Kota Kediri; serta teknik edukasi keluarga yang mencakup keterampilan mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi dan mekanisme rujukan yang disampaikan psikolog. (kur/arf)






