email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mengintip Tradisi Upacara Entas-entas Leluhur di Desa Glanggang Pakisaji Malang

by Bakier Soekarno
4 September 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Masyarakat Indonesia memiliki beragam adat dan budaya. Seperti halnya di Kabupaten Malang Jawa Timur. Masyarakat beragama Hindu di Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji sering melaksanakan tradisi upacara adat Entas-entas bagi para leluhurnya.

Dikatakan Pemangku Pura Eka Kapti Desa Glanggang, Rudi, tradisi upacara Entas-entas di Desa Glanggang ada sejak dahulu.

“Tujuannya adalah untuk mengantarkan roh beliau kepada sang pencipta dan mendapatkan tempat yang terbaik” kata Pemangku Rudi, Senin (29/8/2022).

“Entas-entas itu sama dengan ngaben. Kalau ngaben itu pembakarannya langsung saat orang tersebut meninggal, badan kasarnya langsung dibakar. Tetapi kalau entas-entas ini dilakukan setelahnya dengan secara simbolis” imbuh Rudi menerangkan.

ADVERTISEMENT

Rudi mengungkapkan, upacara Entas-entas di Desa Glanggang dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Senin-Rabu (27-29/8/2022).

Pada Senin (27/8/2022), Rudi menceritakan, diawali dengan upacara Matur Pioning atau ziarah ke makam punden desa dan leluhur yang akan di entas.

Selanjutnya, Selasa (28/8/2022) dilaksanakan upacara kirim doa yang diadakan di rumah.

BacaJuga :

Zia’ul Haq: Kalau Sidang Musorkablub Fair, Saya Tak Akan Naik Meja

Darmadi Terpilih Jadi Ketua KONI Kabupaten Malang 2026-2028

“Di upacara kirim doa itu, arwah atau roh leluhur yang akan di entas dipanggil, kalau dalam umat Hindu namanya Diulapi. Diundang ke sesajen yang sudah disediakan” urai Rudi.

Kemudian di acara puncaknya yakni Rabu (29/8/2022). Diawali dengan upacara Pecaruan. Kata Rudi, Cari berasal dari Jawa Kuno artinya harmonis.

“Jadi sebelum acara dimulai, kita mengharmoniskan alam dulu. Harmonis dengan sesama manusia. Supaya acara berjalan dengan lancar” tegas Rudi.

Setelah Pecaruan, dilakukan upacara penyempurnaan raga sarirah atau badan kasar manusia.

“Di upacara penyempurnaan ditandai dengan pembakaran lima unsur panca maha buta yakni, unsur tanah, air, api, udara dan Akasa atau ruang. Itu disempurnakan, karena kelima unsur itu merupakan pembentuk badan kasar manusia” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan dengan upacara Puspa Sarirah badan halus. Diterangkan Rudi, badan halus manusia menurut Hindu terdiri dari Pancatan Mantra.

“Pancatan mantra itu pembentuk badan halus atau Sukma Sarirah. Itu disempurnakan dengan cara diupacarai oleh Pandita. Kemudian di Ngaben atau dibakar. Setelah dibakar diupacarai lagi, selanjutnya dilarung di sungai” papar Rudi.

Usai upacara badan halus sempurna, Rudi menyebut, upacara yang terakhir adalah Upacara Ngelinggihang Dewa Hyang.

“Artinya, leluhur kita yang diupacarai hari ini sudah sama statusnya dengan Dewa. Orang Hindu percaya, kalau leluhur sudah diupacarai entas-entas menjadi Dewa Hyang dan berhak untuk disembah” terang Rudi.

Rudi menambahkan, saat ini juga dilaksanakan upacara Melaspas. Diterangkan Rudi, Melaspas adalah upacara pembersihan dan penyucian bangunan, alat baru seperti rumah, kantor, gedung, dan lain sebagainya.

“Yakni, menghilangkan kotoran yang ada di rumah. Kotoran itu saat waktu membangun seperti bahan bangunan. Tujuannya, agar rumah tersebut layak dihuni dan memiliki nilai kesakralan atau kesucian” pungkas Rudi.

(Foto: Bakier Soekarno/Javasatu.com)

1 of 24
- +

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

Sementara itu, salah satu warga Desa Glanggang Pakisaji yang memilik hajat, Toni Purwanto. Dia melakukan upacara Entas-entas untuk ayahnya bernama Samenun beserta leluhurnya.

Toni berkata, bagi leluhur yang dahulu mungkin meninggalnya karena kecelakaan atau kena musibah, dengan upacara Entas-entas ini dapat mengantarkan roh kepada sang Pencipta.

“Supaya tidak ada ikatan di tempat itu (lokasi kejadian). Dengan begitu, saya bisa menepati darma saya sebagai warga Hindu” jelas Toni.

“Semoga upacara entas-entas. Dapat menjadikan roh orang tua dan leluhur saya bersatu dengan penciptanya” imbuhnya.

Toni berharap, usai dilakukan upacara Entas-entas arwah atau panca maha buta dapat kembali ke tempat asalnya, sehingga bisa memperlancar perjalanan roh menuju ke alam yang tertinggi.

“Terima kasih kepada Romo Pandita, Romo Pemangku beserta keluarga yang mendukung upacara entas-entas ini. Tanpa bantuan beliau-beliau tidak mungkin upacara ini terlaksana dengan lancar. (Kir/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: beritaDesa GlanggangKecamatan PakisajiUmat HinduUpacara Entas-entas
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Reconcile Rilis EP Left Me Lost, Angkat Tema Kehilangan dan Krisis Arah Hidup

Trisouls Bawa Nuansa 90-an di “Sementara atau Selamanya”

Faifood Gresik Hadir, Olahan Kambing Tanpa Bau dan Ramah di Kantong

PKDI Gresik Dilantik, Wabup Alif Tekankan Sinergi Desa

Zia’ul Haq: Kalau Sidang Musorkablub Fair, Saya Tak Akan Naik Meja

Musrenbang Anak 2026 Gresik, Suara Anak Jadi Program Nyata di APBD

Darmadi Terpilih Jadi Ketua KONI Kabupaten Malang 2026-2028

SPPG Bedilan Resmi Beroperasi, Perluas Layanan Gizi bagi Warga Gresik

Gotong Royong TNI dan Warga Blora Wujudkan Jalan Rabat Beton

Buron Setahun, Pelaku Curanmor di Wonosari Akhirnya Ditangkap Polisi

Prev Next

POPULER HARI INI

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Memanas, Calon Naik Meja Protes Aklamasi

MA An Nur Bululawang Launching Angkatan GLORIUS

PERADI Malang Bekali Advokat Hadapi Prosedur Baru

BERITA LAINNYA

Reconcile Rilis EP Left Me Lost, Angkat Tema Kehilangan dan Krisis Arah Hidup

Trisouls Bawa Nuansa 90-an di “Sementara atau Selamanya”

Gotong Royong TNI dan Warga Blora Wujudkan Jalan Rabat Beton

SeaBank: Gaya Hidup Anak Muda 2026, Nikmati Hidup Uang Tetap Aman

Alun-alun Wonosobo Dibersihkan Kodim dan Pemda Dukung ASRI

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

IPJI Tetapkan Pengurus DPP 2025–2030, Fokus Legalitas dan Digitalisasi Organisasi

Analis: Kapolri Layak Terima Bintang Mahaputera, Dinilai Berperan Aktif Wujudkan Asta Cita dan MBG

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved