Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Asalnya Garmen Berubah Jadi Pabrik APD

Syaiful Arif by Syaiful Arif
3 April 2020

Javasatu,Malang- Perlengkapan APD yang mulai langka dipasaran, sangat dibutuhkan untuk membantu tenaga medis yang bertugas selama masa tanggap darurat COVID-19. APD yang diproduksi perusahaan ini menggunakan bahan lokal dan sudah dikirim secara nasional ke rumah sakit, Kepolisian dan untuk donasi.

Video statemen, Wendy Juniarto, Direktur PT Kasih Karunia Sejati

Wendy Juniarto pengusaha yang memproduksi APD, sekaligus direktur PT Kasih Karunia Sejati, menyampaikan suka dukanya pada masa wabah virus corona atau covid-19 ini.

“Sejatinya kami basicnya pabrik garment dengan brand emba karena banyak temen-temen dari rumah sakit ke kita menanyakan apa bisa dibantu membikin alat pelindung diri. Kita coba akhirnya kita tawarkan dan diterima.  Awalnya produksi cuma 6.000 pieces/potong akhirnya banyak permintaan direkomen oleh beberapa rumah sakit bahkan sampai ke Jakarta. Akhirnya sekarang jadi nasional semua instansi pesan ke kita” terang Wendy.

Video suasana produksi APD

Lanjut Wendy, sekarang kapasitas produksi perusahaan ini mampu membuat 12.000 APD dan 20.000 masker per-hari. APD dan masker yang diproduksi oleh PT Kasih Karunia Sejati selalu dengan finishing Water-repellent. Water repellent ini berfungsi untuk memastikan bahwa pori-pori bahan atau produknya telah rapat dan kencang, tak bisa ditembus oleh air. Ketika ada percikan air yang ada di permukaan bisa langsung dihilangkan dengan cara ditiup.

ADVERTISEMENT

“Kita bikinnya yang non boven jadi kita memang lebih berpori terus ada sedikit materi water repellent atau tahan air. Kalau yang maskernya kita bikin dari katun dan bisa dicuci ulang dan kita bikin finishing  juga dengan water repellent. APD rata-rata 100 ribu tergantung pengambilan. Kalo Masker tujuh ribu lima ratus. Ini dua minggu terakhir permintaannya meningkat sekali” pungkas Wendy Juniarto.

Walikota Malang Apresiasi APD Buatan Kota Malang, Sutiaji : Sebuah Ancaman Menjadi Peluang

Walikota Malang menyampaikan apresiasi kepada perusahaan Kota Malang yang juga ikut memproduksi APD (Alat Pelindung Diri).

Video statemen Walikota Malang, H Sutiaji

“Ini asalnya garment terus geser menjadi pembuat APD, salah satu kecerdasan dari pengusaha ini, dan saya ucapkan terima kasih” ujar Sutiaji, saat berkunjung ke pabrik garment di daerah Bandulan Kota Malang (03/04/2020).

Menurut Sutiaji, agar tidak terjadi PHK secara besar-besaran, pengusaha harus bisa mengubah sebuah ancaman menjadi sebuah peluang. Dari perusahaan yang asalnya bergerak di bidang garment, karena ada wabah virus corona permintaan garment menurun, terus bergeser menjadi pembuat APD.

Lebih jauh, Walikota Malang, H Sutiaji, memberi catatan terkait SOP dalam produksi APD ini, standarisasinya harus sesuai dengan standar WHO atau dari kementerian kesehatan.

“Karena (APD) ini adalah sebagai alat pelindung diri maka tidak kalah pentingnya adalah bagaimana yang ngerjakan itu juga orang yang sehat sehingga ini tidak ada virus yang nempel di APD itu. Dan tentu yang ngerjakan ini saya mohon ada standarisasi SOP dengan Physical Distancing maupun Social Distancing” terang Sutiaji.

Lanjut Sutiaji, Para pekerja yang memproduksi APD ini, sebelum memasuki area kerja juga dihimbau menjalankan SOP seperti untuk cuci tangan menggunakan air mengalir dan memakai sabun, memakai masker dan apabila suhu badannya melebihi dari 37,5 derajat celsius tidak diperbolehkan bekerja.

“Dan ada tambahan lagi karena virus tersebut masuk di saat imun tidak bagus maka saya minta ada tambahan suplemen bagi seluruh pekerja” Ujar Sutiaji 

Dalam kunjungan ini Walikota Malang memberikan motivasi kepada pengusaha ditengah kondisi wabah virus Corona atau Covid-19, untuk menggunakan standar yang jelas dan terus dapat menjamin kesehatan bagi para pekerjanya. (Saf/Arf)

Tags: embapabrik APD di Kota Malangvideo
Previous Post

Nasionalis Kota Batu Bagikan 200 paket  Sembako ke Warga Terdampak COVID-19

Next Post

Satu Pekerja Tewas Tertimpa Galian Pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang

Related Posts

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran
Berita

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

26 April 2026
MCC Disebut Bukan Beban APBD, Praktisi: Investasi Ekosistem Kreatif Kota Malang 
Berita

MCC Disebut Bukan Beban APBD, Praktisi: Investasi Ekosistem Kreatif Kota Malang 

26 April 2026
MS Glow For Men Malang Half Marathon Bakal Jadi Agenda Tahunan
Kota Malang

MS Glow For Men Malang Half Marathon Bakal Jadi Agenda Tahunan

26 April 2026
Next Post
Satu Pekerja Tewas Tertimpa Galian Pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang

Satu Pekerja Tewas Tertimpa Galian Pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com