email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

by Redaksi Javasatu
3 Februari 2026

BacaJuga :

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

ilustrasi

OPINI

Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Oleh: Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE – Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Malam Nisfu Sya’ban selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam. Ia dipahami sebagai malam penuh doa, refleksi, dan persiapan spiritual menyongsong bulan suci Ramadan. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Nisfu Sya’ban menghadirkan jeda, ruang hening untuk menenangkan hati, memperbaiki diri, serta memohon ampunan kepada Allah.

Tahun ini, suasana sakral tersebut bersinggungan dengan keresahan publik akibat isu “blackout” nasional yang ramai diperbincangkan. Informasi mengenai kemungkinan padamnya listrik secara massal memicu kepanikan. Dampaknya dinilai berpotensi meluas ke sektor ekonomi, komunikasi, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat. Ketidakpastian ini menambah beban psikologis publik yang sebelumnya telah akrab dengan berbagai krisis.

Dalam konteks inilah relevansi spiritual Nisfu Sya’ban menemukan maknanya. Malam yang sarat doa dapat menjadi “cahaya” di tengah “gelap” kepanikan. Doa bukan sekadar ritual formal, melainkan energi batin yang menenangkan, menguatkan, dan menumbuhkan harapan. Ketika masyarakat diliputi kecemasan menghadapi ancaman “blackout”, doa, terutama yang dipanjatkan bersama menjadi simbol bahwa bangsa ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kekuatan spiritual yang menyatukan hati.

Momentum Nisfu Sya’ban juga mengandung pelajaran refleksi sosial. Kepanikan publik semestinya tidak melahirkan saling menyalahkan, melainkan memperkuat solidaritas. Sebagaimana doa Nisfu Sya’ban yang kerap dilakukan berjamaah, bangsa Indonesia perlu menghadapi tantangan dengan kebersamaan. Pemerintah dituntut sigap memberikan kepastian dan komunikasi yang transparan. Di sisi lain, masyarakat diajak untuk tetap tenang, bijak menyaring informasi, serta tidak terjebak dalam ketakutan berlebihan.

Pada akhirnya, Nisfu Sya’ban mengingatkan bahwa cahaya doa mampu menembus gelapnya keresahan. Di tengah isu “blackout”, malam ini dapat dimaknai sebagai penguat kesadaran bahwa Indonesia memiliki dua ikhtiar sekaligus: ikhtiar duniawi melalui kebijakan dan teknologi, serta ikhtiar ukhrawi melalui doa dan ibadah. Dengan keduanya, harapan tetap terjaga, agar bangsa ini teguh menghadapi setiap tantangan, dan cahaya spiritual senantiasa menerangi perjalanan bersama. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Opini
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Pemkot Malang Dinilai Tak Bisa Tunjukkan Alas Hak Supit Urang-Pandanwangi

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

Bupati Gresik Ajak Perempuan Tentukan Arah Pembangunan di Musrenbang 2026

Gresik Jadi Tuan Rumah Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

Siswa MI Al-Karimi Gresik Tasmi’ Juz 1 dan 2 Sekali Majelis

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

Musrenbang, Wabup Gresik Tegaskan Sinkronisasi Usulan Desa

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

BERITA LAINNYA

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d