JAVASATU.COM- Malang Peranakan Etawa Community (MAPEC) Solidarity Regional Jawa menggelar Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa Kaligesing terbesar se-Jawa di GOR Ken Arok, Minggu (15/2/2026) siang. Ajang ini diikuti peternak dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Sejak pagi, peserta membawa kambing terbaiknya masuk ke paddock penilaian. Seluruh kontestan diperiksa ketat oleh tim juri, mulai dari postur tubuh, kesehatan, karakter kulit dan bulu, hingga cara berjalan. Kambing dengan kualitas terbaik dinobatkan sebagai juara di masing-masing kategori.
Ketua Panitia MAPEC, Lucky Aditya Ramadhan, mengatakan kontes ini menjadi penanda bangkitnya eksistensi peternak kambing Peranakan Etawa (PE) di Malang setelah enam tahun vakum dari ajang serupa.
“Kontes ini berangkat dari kerinduan kami terhadap kompetisi kambing yang sudah enam tahun tidak terselenggara. Ini menjadi pembuktian bahwa peternak kambing di Malang terus berkembang,” ujar Lucky.
Dalam gelaran tersebut, panitia membuka sembilan kategori lomba dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Menurut Lucky, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga upaya meningkatkan nilai ekonomis ternak PE.
“Tujuannya menambah nilai ekonomi industri peternakan agar kesejahteraan peternak bisa meningkat secara lebih menyeluruh,” katanya.
“Kami berharap Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa Kaligesing ini bisa menjadi motor penggerak industri peternakan kambing unggulan di Malang, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra PE di Jawa,” sambung Ketua MAPEC.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, yang hadir sekaligus sebagai pembina kegiatan, menyebut kontes ini selaras dengan program Pemerintah Kota Malang dalam Gerakan 1000 Event.
“Kegiatan ini mendukung program 1000 event di Kota Malang. Ke depan akan kita dorong menjadi agenda tahunan agar mampu menggerakkan ekonomi, khususnya di sektor peternakan dan seni,” ujarnya.
Salah satu pemenang, Rizki Priyono dari Mbah Lurah Farm Kediri, yang meraih Juara I Kelas A Jantan, mengaku kemenangan menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak.
“Kuncinya ada pada pemeliharaan yang baik, kebersihan kandang, pakan hijauan, dan nutrisi. Tidak ada perlakuan khusus, karena kambing kontes harus selalu siap tampil,” ujarnya. (dop/nuh)