JAVASATU.COM-GRESIK- Diketahui bersama, rencana pelebaran jalan raya Daendels tepatnya di ruas Jalan Raya Manyar Gresik yakni mulai Exit Tol Manyar hingga kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) masih menunggu relokasi kios yang menempati di sisi utara jalan tersebut. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan skema tahapan terkait pelebaran jalan itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Achmad Hadi menuturkan, pembangunan pelebaran ruas Jalan Raya Manyar secara kewenangan menjadi domain Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BBPJN) karena status jalan itu adalah Jalan Nasional. Meski demikian, Hadi memohon kepada pemilik kios untuk memberikan dukungan kepada pemerintah terkait pelebaran jalan itu.
“Kalau pembahasan secara teknis sudah sejak pertengahan tahun 2021. Dan pelebarannya menjadi kewenangan BBPJN. Nah untuk itu, kami memohon kepada teman-teman pedagang untuk mendukung proyek ini, karena itu juga untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung program strategis Nasional yang ada di Gresik. Dampaknya nanti pasti untuk kesejahteraan masyarakat” terang Hadi saat dikonfirmasi media ini, Kamis (1/9/2022).
Berdasarkan skema pelaksanaan konstruksi pelebaran jalan itu, dikatakan Hadi mengutip rencana BBPJN, dibagi menjadi tiga tahapan pengerjaan. Tahap pertama, sepanjang kurang lebih 1,5 Km dari Exit Tol Manyar hingga Pertigaan Leran. Tahap kedua, mulai dari Pertigaan Leran ke utara sampai terbangun jembatan Manyar baru. Dan tahap ketiga, dari Jembatan Manyar baru sampai akses masuk kawasan JIIPE.
“Secara desain badan jalan dari 2 lajur dengan lebar eksisting 7 meter akan menjadi 4 lajur dengan lebar 14 meter. Dan total lebar dengan Rumija secara keseluruhan menjadi kurang lebih 22 meter. Sedangkan jadwal pelaksanaan konstruksi dapat dilaksanakan setelah kondisi lahan di sisi utara sudah dapat dikosongkan atau di relokasi. Harapannya tahun ini sudah bisa clear lahannya dan dapat diagendakan pekerjaan konstruksi jalannya oleh BBPJN” papar Hadi.

Kadis PU Sebut Pedagang Segera Direlokasi
Hadi menegaskan, pedagang di sisi Utara segera dilakukan relokasi ke sisi Selatan, saat ini masih menunggu lahan kios yang dijadikan relokasi itu selesai dan siap ditempati.
“Upaya pelebaran jalan ini membutuhkan partisipasi dan support semua yang terkait, baik OPD teknis, kecamatan, kelurahan, perusahaan dan masyarakat khususnya warga (pedagang) yang saat ini masih menempati lahan rumija milik jalan nasional tersebut, sehingga keinginan semua pihak untuk mengurangi kemacetan di spot di Jalan Raya Manyar tersebut segera dapat diwujudkan” imbuh Hadi mengakhiri. (Bas/Saf)