email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 26 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Berkreasi dari Alam, ‘Pasukan Dongkel Liar’ Wujudkan Bonsai Bernilai Seni Tinggi

by Syaiful Arif
29 September 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Berkreasi dari alam, Pasukan Dongkel Liar (PDL) berkreasi membuat tanaman Bonsai bernilai seni tinggi. Dari bibit menjadi bahan Bonsai dan disentuh oleh tangan kreatif secara otodidak. Lahirlah tanaman Bonsai bernilai seni tinggi.

Masyarakat yang tergabung di paguyuban PDL ada sejak tahun 2020 silam. Mereka rata-rata memiliki profesi sebagai pegawai swasta. Sesama hobi dalam hal seni Bonsai, mereka sepakat berkreasi bersama melalui tanaman Bonsai. Mereka biasa berkumpul untuk berdiskusi tentang Bonsai di Sekretariat, tepatnya di Perumahan Bumi Mondoroko Raya blok AM, No 69, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur.

Ketua Paguyuban Pasukan Dongkel Liar (PDL), Rofi’i. (Foto: Javasatu.com)

Ketua Paguyuban Pasukan Dongkel Liar (PDL), Rofi’i mengatakan, berdirinya PDL berawal dari sesama hobi tentang Bonsai. Seringnya nongkrong sambil diskusi tentang bonsai, menjadi pemicu semangat para anggota untuk berkarya di dunia Bonsai.

“Kini anggota PDL ada 20 orang tersebar di Malang Raya. Kita awal berdirinya tahun 2020. Iya kita rata-rata para pekerja atau karyawan swasta. Sering kumpul bahas tentang Bonsai. Kita belajar secara otodidak” jelas Rofi’i ditemui media ini, Selasa (27/9/2022) malam saat mengadakan lomba perdana Bonsai di Perumahan Banjararum View, Watugede Singosari, Kabupaten Malang.

Dalam hal jenis tanaman yang dijadikan Bonsai, dirincikan Rofi’i, ada banyak macam tanaman seperti, serut, sisir, loa, rukem, gulgum, sancang, dewandaru, kimeng, sarkumik, amplas hitam, asem jawa, cendrawasih, kurmin, murbei, santigi, serbin, cawista, hokiantea, benjamin, cemara buaya, sianci, ulmus micro.

“Teknisnya, dari bibit dibersihkan, dicari karakter, kemudian ditanam dalam wadah yang ditentukan hingga tumbuh. Setelah itu dilakukan pemilahan kemudian dibentuk sesuai dengan keinginan. Dari bibit sampai menjadi tanaman Bonsai prosesnya 5 sampai 10 tahun” urai dia.

Meski paguyubannya dikategorikan baru, kata Rofi’i dalam hal pasar lumayan cukup lancar.

“Kalau dari pasar atau peminat pembeli, lumayan cukup lancar dan lumayan cukup tertarik dari masyarakat. Ada yang pesan. Intinya ini kan hobi, jika ditanya berapa harga per tanaman Bonsai jika dijual. Itu relatif. alau yang paling diminati adalah Bonsai Serut” terangnya.

Terkahir dia berharap, bagi para anggotanya untuk terus belajar dalam hal menggeluti seni Bonsai yang tergabung di paguyuban PDL.

“Kita harus terus belajar dan sering mengikuti pameran-pameran baik di Malang Raya maupun luar kota bahkan luar negeri” ujar Rofi’i.

“Jika anda ingin berbagi pengalaman, berdiskusi tentang Bonsai, bahkan bergabung dengan paguyuban PDL, silahkan hubungi ke nomor telepon: 0857 9370 8298” tandasnya.

Pengrajin Bonsai/Juri, Nanto. (Foto: Javasatu.com)

Terkait lomba bonsai, nampak tanaman Bonsai berjajar di tempat yang sudah disediakan. Juri dengan teliti menilai Bonsai satu per satu.

Menurut Juri yang sekaligus pengrajin Bonsai sejak lama, Nanto. Karya tanaman Bonsai yang dihasilkan oleh pengrajin paguyuban PDL sudah kelas menengah. Baik pengetahuan serta cara mengkreasikan seni dalam dunia Bonsai.

BacaJuga :

Ratusan Burung Adu Gacor di Piala Bupati Majalengka 2026

Dai Asal Malang Ery Santika dan Sayap Liar Jelajahi Gunung Raung, Hobi Jadi Aksi Sosial

“Sambil sering berkreasi, bereksplor dan yang paling penting sering mengikuti pameran. Itu yang bisa menambah pengalaman serta menaikkan kelas seni per-bonsai-an secara individu maupun kelompok” kata Nanto ditemui media ini usai melakukan penjurian.

Uniknya tanaman Bonsai, kata Nanto, antara tanaman sau dengan lainnya tidak ada yang sama. Karena seniman bonsai memiliki ciri khas dan gaya masing-masing.

“Kalau dari teknik dasar di seni bonsai itu ada yang istilah namanya, kaki, tangan, kepala dan muka. Itu secara istilah. Tetapi untuk keindahan dan keserasian itu tergantung dari pengrajin atau seniman masing-masing. Taste seninya jadi penentu karya yang dihasilkan” terang pengrajin Bonsai yang bergelut sejak tahun 2004 ini.

“Kalau di tahun 2022 ini, karakter tanaman Bonsai yang ditonjolkan adalah kaki atau pengakaran. Jadi tidak ada tanaman Bonsai yang sempurna. Itu semua relatif tergantung penikmat. Karena seni adalah relatif. Contohya, kalau bonsai itu banyak yang suka, brati itu bagus” imbuhnya.

Terakhir, Nanto berpesan kepada paguyuban PDL terus bersemangat kreasi melalui seni Bonsai.

“Sering ikut pameran dan sering mencari referensi untuk menambah pengalaman dalam menggeluti seni Bonsai” pesan Nanto.

Anggota paguyuban Pasukan Dongkel Liar Malang Raya. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, salah satu panitia pelaksana pameran dan lomba Bonsai karya PDL, Suparman mengaku lega dan puas bisa menyelenggarakan pameran dan lomba Bonsai secara internal paguyuban.

“Persiapannya cuma seminggu untuk membuat pameran ini. Semoga ke depan pameran dan lombanya bisa meriah. Rencana tahun depan kita akan berkolaborasi dengan pecinta atau pengrajin Bonsai lain untuk membuat pameran bersama, baik kota/kabupaten di Indonesia. PDL juga memiliki rencana akan membuat perlombaan seni tanaman Bonsai kolaborasi dengan paguyuban atau komunitas lain” ujar Suparman. (Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BonsaiDesa WatugedeKecamatan SingosariPasukan Dongkel LiarPerumahan Banjararum ViewPerumahan Bumi Mondoroko

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Deklarasi Ngalam Hebak 2026 Digelar Besok, Demy Bakal Guncang Celaket

Prev Next

POPULER HARI INI

SOR Baribis Majalengka Tetap Dibangun, Desain Digeser 20 Meter karena Sesar

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

BERITA LAINNYA

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Deklarasi Ngalam Hebak 2026 Digelar Besok, Demy Bakal Guncang Celaket

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved