JAVASATU.COM- Dai asal Malang, ustaz Ery Santika A, S.ST., M.Ag., bersama komunitas trail Sayap Liar asal Wajak, Kabupaten Malang, mengikuti Volcano Trail 6 di kawasan kaki Gunung Raung, Sabtu-Minggu (25-26/7/2026). Menempuh jalur sekitar 130 kilometer melintasi kawasan hutan dan pegunungan Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi, kegiatan ini tak sekadar menyalurkan hobi otomotif dan petualangan, tetapi juga diisi aksi sosial, silaturahmi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rute Volcano Trail 6 tersebut berakhir di Bukit Ijen Geopark. Ery bersama rombongan Sayap Liar harus melewati jalur alam dengan medan menantang sekaligus menikmati panorama hutan dan pegunungan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bukan hanya tentang menaklukkan jalur dan menikmati keindahan alam. Ada kegiatan sosial yang membuat kami dapat berbagi dengan masyarakat. Hobi menjadi lebih bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain,” ujar Ery.
Menurut Ery, kekuatan komunitas trail Sayap Liar bukan hanya kemampuan menaklukkan medan ekstrem. Solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial menjadi karakter yang terus dijaga para anggotanya.
Dalam Volcano Trail 6, anggota Sayap Liar aktif membantu sesama rider yang mengalami kesulitan di jalur. Semangat tersebut membuat komunitas trail asal Wajak itu dikenal solid dan guyub.
“Di jalur trail kita belajar saling membantu. Ketika ada motor yang mengalami kendala atau peserta yang kesulitan melewati medan tertentu, yang lain akan membantu. Nilai gotong royong dan persaudaraan itu sangat terasa,” katanya.
Hobi Trail Jadi Aksi Sosial
Bagi Ery, Volcano Trail 6 bukan sekadar ajang menyalurkan hobi otomotif dan menikmati petualangan alam. Kegiatan tersebut juga diisi bakti sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dan kesenangan selama menaklukkan jalur, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi dan menebarkan manfaat.
Selain kegiatan sosial, Volcano Trail 6 menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpecinta trail dari berbagai daerah. Peserta datang dari berbagai kota di Jawa Timur maupun luar provinsi.
Ery bahkan berkesempatan bertemu dengan peserta dari Pati, Jawa Tengah, serta sejumlah daerah lainnya. Menurutnya, pertemuan lintas daerah tersebut menjadi modal sosial untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Dai Malang Soroti Kelestarian Alam
Sebagai seorang dai, Ery juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melintasi kawasan hutan di sekitar kaki Gunung Raung membuat peserta semakin menyadari bahwa alam merupakan amanah yang harus dirawat bersama.
“Alam adalah nikmat dan amanah dari Allah. Kita boleh menikmatinya, tetapi juga harus menjaganya. Jangan sampai kegiatan wisata dan petualangan justru meninggalkan kerusakan atau sampah yang merugikan lingkungan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ery menilai perjalanan di tengah hutan dan pegunungan dapat menjadi sarana tafakur untuk merenungkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keindahan alam yang terbentang sepanjang jalur Volcano Trail 6, menurut dia, menghadirkan pelajaran tentang pentingnya rasa syukur, kerendahan hati, dan kesadaran terhadap kebesaran Sang Pencipta.
Gerakkan Ekonomi Warga
Selain memberikan manfaat bagi peserta, event Volcano Trail 6 juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran ratusan peserta turut menggerakkan sektor usaha lokal di daerah yang dilalui.
Dampaknya dirasakan sejumlah pelaku usaha, mulai warung makan, penginapan, bengkel, hingga pelaku UMKM.
Bagi Ery Santika, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa hobi dapat menjadi sarana membangun karakter positif jika diisi dengan nilai persaudaraan, kepedulian sosial, kesehatan, dan kecintaan terhadap lingkungan.
“Hobi yang baik bukan hanya membuat kita bahagia, tetapi juga membuat kita lebih sehat, memiliki banyak saudara, peduli terhadap sesama, dan semakin bersyukur kepada Allah atas keindahan alam yang diciptakan-Nya,” pungkasnya.
Volcano Trail 6 menunjukkan bahwa petualangan alam tidak hanya menghadirkan adrenalin dan keseruan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran tentang solidaritas, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. (nuh)