JAVASATU.COM- Analis Kebijakan Publik dan Sosial Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung mengapresiasi komitmen, prestasi kinerja, profesionalisme, dan dedikasi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Apresiasi tersebut disampaikan Nasky menyusul penyelenggaraan Kompolnas Awards 2026 yang dinilainya menjadi momentum untuk mengapresiasi kinerja jajaran Polri sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, inovasi, integritas, serta kemitraan dengan masyarakat.
“Kompolnas Awards 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga momentum untuk mengapresiasi kerja nyata dan dedikasi personel Polri yang setiap hari hadir di tengah masyarakat. Mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek, seluruh jajaran memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2026).
Nasky, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta, menilai perluasan penghargaan dalam Kompolnas Awards 2026 menjadi bagian penting dalam membangun budaya organisasi yang menghargai prestasi dan pengabdian.
Menurutnya, penghargaan tidak hanya diberikan kepada satuan kerja di lingkungan Mabes Polri hingga kewilayahan, tetapi juga kepada personel secara perseorangan. Skema tersebut dinilai memberi ruang apresiasi kepada anggota yang menjalankan tugas langsung di lapangan, termasuk personel yang bertugas di pelosok maupun yang mengemban misi perdamaian internasional sebagai peacekeeper.
“Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap anggota yang bekerja langsung di lapangan dengan berbagai tantangan. Mereka hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, memberikan pelayanan, sekaligus menjalankan tugas negara. Dedikasi seperti ini patut mendapatkan apresiasi,” katanya.
Menurut Nasky, Kompolnas Awards 2026 juga dapat menjadi pemantik kompetisi positif di lingkungan Polri. Kompetisi tersebut, kata dia, perlu diarahkan pada peningkatan kualitas kinerja, inovasi, integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik.
“Prestasi harus menjadi energi untuk terus melakukan perbaikan. Penghargaan bukan sekadar seremoni, tetapi harus menghasilkan praktik-praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh jajaran lainnya,” tegas Nasky.
Sebagai penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat, Nasky juga mengapresiasi arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh jajaran menjadikan setiap saran dan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi.
Menurut Nasky, langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system di lingkungan Polri.
Arahan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Kompolnas Awards 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kapolri menekankan bahwa laporan masyarakat tidak cukup hanya diselesaikan, tetapi juga perlu dianalisis untuk menemukan pola maupun potensi persoalan yang dapat kembali terjadi.
“Ini merupakan paradigma pelayanan publik yang penting. Keluhan masyarakat tidak semata-mata menjadi persoalan yang harus diselesaikan, tetapi juga dapat menjadi sumber evaluasi untuk membaca pola persoalan, memperbaiki sistem, dan mencegah masalah serupa kembali terjadi,” ujar Nasky.
Nasky menilai perkembangan media sosial dan era citizen journalism membuat informasi serta aspirasi masyarakat bergerak semakin cepat. Kondisi tersebut turut meningkatkan tuntutan publik terhadap Polri agar semakin responsif, transparan, akuntabel, profesional, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas.
Karena itu, menurut dia, kemampuan Polri mengelola pengaduan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Setiap pengaduan masyarakat harus dapat menjadi bahan pembelajaran organisasi. Dengan evaluasi yang baik, Polri dapat memperkuat sistem pelayanan, mengidentifikasi potensi persoalan lebih awal, dan menghadirkan respons yang semakin cepat serta tepat,” katanya.
Nasky juga menilai ukuran kinerja kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Menurutnya, kinerja Polri juga tercermin dari kemampuan menjaga kamtibmas, memberikan perlindungan dan pelayanan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum.
“Prestasi kepolisian pada akhirnya harus bermuara pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Masyarakat membutuhkan rasa aman, pelayanan yang cepat dan humanis, kepastian hukum, serta kehadiran negara ketika menghadapi persoalan,” tuturnya.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky berharap semangat yang dibangun melalui Kompolnas Awards 2026 dapat berkembang menjadi budaya evaluasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Polri.
Ia juga berharap personel dan satuan kerja yang mendapatkan penghargaan dapat menjadi role model sekaligus sumber pembelajaran bagi jajaran lainnya. Dengan demikian, capaian yang diraih tidak berhenti pada penghargaan, tetapi berkembang menjadi praktik baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai wilayah.
“Mulai dari Mabes Polri hingga Polda, Polres dan Polsek, setiap personel memiliki kontribusi dalam menjaga kamtibmas, memberikan pelayanan, melindungi masyarakat, dan membangun kepercayaan publik. Karena itu, setiap prestasi dan dedikasi perlu diapresiasi sekaligus dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik,” tegas Nasky.
Nasky menambahkan, penguatan profesionalisme, integritas, pelayanan publik, demokrasi yang sehat, kehidupan sosial-budaya yang berkeadaban, serta supremasi hukum yang berkeadilan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan institusi kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Semangatnya adalah terus bekerja, terus mengevaluasi, terus berinovasi dan terus memberikan pelayanan terbaik. Prestasi harus menjadi energi untuk melakukan perbaikan. Pada akhirnya, kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, pelayanan yang berkualitas, kepastian hukum, dan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Nasky. (arf)