JAVASATU.COM- UMKM perlengkapan tidur lokal Finetrus berhasil memperluas jangkauan pasar nasional dengan memanfaatkan platform digital Shopee. Usaha yang dirintis Sandi Purnama sejak usia 23 tahun ini konsisten mengembangkan produk sprei dan bedding berkualitas untuk menunjang kenyamanan istirahat masyarakat.

Finetrus didirikan pada 2019 berangkat dari kepedulian terhadap kualitas tidur yang kerap terabaikan, khususnya di kalangan keluarga muda. Produk-produk Finetrus menyasar konsumen usia 25-35 tahun dengan mengedepankan kenyamanan bahan sekaligus tampilan yang mengikuti tren interior kamar tidur.
“Finetrus lahir dari keinginan menghadirkan produk bedding yang nyaman dipakai dan relevan dengan gaya interior masa kini. Shopee memberi kami ruang untuk berkembang lebih jauh,” ujar Sandi Purnama, Founder Finetrus, Selasa (13/1/2026).
Sebelum resmi membangun Finetrus, Sandi memasarkan sprei dan sarung bantal secara luring kepada teman-teman kampus dan melalui pasar kaget. Dari pengalaman tersebut, ia memahami langsung preferensi konsumen terkait bahan, warna, hingga standar kenyamanan produk tidur.
Seiring meningkatnya permintaan, Finetrus bergabung dengan Shopee pada 2019 dan menjadikannya sebagai kanal utama penjualan digital. Langkah ini menjadi titik balik pertumbuhan bisnis, terutama setelah Finetrus masuk dalam jajaran penjual Shopee Mall.
“Sejak bergabung dengan Shopee, penjualan lebih stabil dan jangkauan pelanggan meluas ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Sandi.
Tingginya permintaan mendorong Finetrus memperluas kapasitas produksi dengan menambah stok, memperkuat kerja sama vendor, membangun fasilitas produksi sendiri, serta merekrut tenaga kerja tambahan. Seluruh proses produksi dilakukan dengan pengawasan mutu, mulai dari pemilihan bahan microtex, micro tencel, hingga katun pilihan.
Sandi menyebut fitur Shopee Live dan Shopee Video berperan penting dalam mendekatkan produk dengan konsumen. “Untuk produk bedding, kenyamanan sulit dijelaskan lewat foto. Melalui live streaming, pembeli bisa melihat tekstur dan warna produk secara langsung,” ujarnya.
Dampak pemanfaatan ekosistem Shopee terlihat signifikan. Pada puncak kampanye Shopee 12.12 Birthday Sale, pesanan Finetrus tercatat meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.
Memasuki 2026, Finetrus berencana menghadirkan inovasi baru seperti sprei anti-geser, bedcover dua warna, serta koleksi premium berbahan impor. Perusahaan juga mulai membidik pasar business-to-business (B2B) untuk segmen hotel dan apartemen.
“Shopee bukan sekadar platform penjualan, tetapi mitra pertumbuhan. Kami berharap perjalanan Finetrus bisa menginspirasi pelaku UMKM lain untuk berani tumbuh dan beradaptasi di era digital,” tutup Sandi. (arf)