JAVASATU.COM- Komunitas lingkungan Terrae bersama pelaku industri ekowisata akan menggelar aksi bersih-bersih Danau Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan bertajuk Ranupani Clean Up Kolektif tersebut terbuka bagi masyarakat, pecinta alam, dan wisatawan yang ingin terlibat sebagai relawan.
Aksi ini difokuskan pada pengumpulan sampah di area sekitar danau yang berada di kawasan kaki Gunung Semeru.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Ranupani.
Inisiator kegiatan, Bramantyo Dwi, mengatakan aksi tersebut merupakan gerakan sosial yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut menjaga kawasan Ranupani.
“Ini adalah aksi kolaborasi untuk Ranu Pani,” tegas Bramantyo, Kamis (5/11/2026).
Bramantyo yang juga menjabat Operational Director Regulo Eco Lodge mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan untuk bergabung dalam kegiatan tersebut.
“Undangan terbuka saya sampaikan kepada khalayak ramai yang memiliki kepedulian tentang kebersihan, terutama kebersihan Ranu Pani. Kami akan melakukan bersih-bersih, ngumpulin sampah-sampah yang bisa kita jangkau,” ungkapnya.
Kegiatan bersih-bersih dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WIB. Para relawan diminta berkumpul langsung di kawasan Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Untuk mendukung kegiatan di lapangan, panitia menyediakan fasilitas dasar berupa kantong sampah dan sarung tangan plastik.
Sementara itu, peserta diimbau membawa perlengkapan pribadi, seperti pakaian luar ruangan (outdoor outfit), jas hujan, dan alat penjepit sampah (grab stick).
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri dengan memindai kode QR resmi. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut juga dapat dipantau melalui akun Instagram @terrae.world.

Aksi bersih-bersih ini digelar di tengah perhatian terhadap kondisi ekosistem Danau Ranu Pani. Sebelumnya, Bramantyo melalui akun Instagram @bramsky0412 mengungkapkan kondisi danau yang mengalami penyusutan volume air secara drastis.
Sebagian besar area danau dilaporkan mengering akibat kekeringan ekstrem yang dikaitkan dengan siklus kemarau panjang dan fenomena El Nino. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan Maret lalu, ketika volume air danau masih melimpah.
“Jika pada bulan Maret volume air masih melimpah, saat ini kondisi permukaan air danau surut drastis. Masalah utamanya adalah pendangkalan dan sedimentasi kritis yang membuat sisa air di area danau menjadi sangat kotor akibat endapan lumpur,” jelas Bramantyo.
Kondisi Danau Ranu Pani tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video yang diunggah Bramantyo viral di media sosial.
Selain menggelar aksi bersih-bersih, pengelola wisata setempat dan komunitas lingkungan juga mengimbau wisatawan serta pendaki yang berkunjung ke kawasan Ranupani dan Ranu Regulo untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. (arf/arf)






