email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

by Redaksi Javasatu
6 Januari 2026
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Musisi asal Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Matoha Mino, merilis lagu berjudul “Gunung Kawi” sebagai upaya meluruskan stigma mistis yang selama ini melekat pada kawasan tersebut. Lagu itu resmi dirilis secara digital pada 31 Desember 2025 di berbagai platform streaming.

Matoha Mino. (Foto: ist)

Matoha menyebut, persepsi Gunung Kawi identik dengan pesugihan, tuyul, hingga praktik mistik kerap disematkan masyarakat akibat narasi film horor dan sinetron. Padahal, Gunung Kawi memiliki nilai sejarah dan spiritual sebagai kawasan wisata ziarah.

“Gunung Kawi bukan tempat pesugihan. Ini tempat ziarah dan berdoa, makam Eyang Djoego dan Eyang Soejono, laskar Pangeran Diponegoro,” kata Matoha, Senin (6/1/2026).

Pria berusia 57 tahun yang lahir dan besar di Desa Wonosari, Gunung Kawi, itu mengungkapkan ide lagu telah muncul sejak 2005–2008. Lagu tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat kembali memahami esensi doa dan usaha yang benar.

Melalui lirik berbahasa Indonesia, Matoha mengajak publik melihat Gunung Kawi sebagai ruang spiritual, sejarah, dan budaya yang juga dikunjungi peziarah hingga wisatawan mancanegara.

Secara musikal, lagu “Gunung Kawi” menggabungkan unsur gamelan Jawa dengan nuansa musik Islami melalui iringan terbangan atau sholawatan. Proses penulisan lirik memakan waktu sekitar dua pekan dan dibantu almarhum Irwan Sumadi.

Produksi lagu melibatkan grup musik Islami Tajidor Kyai Zakaria, serta instrumen gamelan, drum, viola, keyboard, dan perkusi. Lagu ini dimainkan langsung oleh Matoha bersama putranya, Hanafi Madu W. Sementara paduan suara anak-anak dikoordinasi oleh istrinya, Dwi Siswa, dan arahan vokal dibantu putrinya, Madukina.

BacaJuga :

Lucien Sunmoon Rilis “Nothing Blooms at Midnight”, Tonggak Pendewasaan Band Malang

Ananda Sukarlan: Musik Bikin Dunia Lebih Masuk Akal di Hari Asperger 2026

Matoha mengaku sengaja menggunakan bahasa Indonesia agar pesan lagu mudah dipahami dan dinyanyikan banyak orang.

“Tujuan utama saya meluruskan stigma. Liriknya harus lugas, sederhana, dan tidak menimbulkan tafsir ganda,” ujarnya.

Lewat lagu ini, Matoha berharap nilai sejarah, spiritualitas, dan budaya Gunung Kawi dapat dikenal lebih luas melalui medium seni, sekaligus menghapus stereotip mistis yang selama ini melekat. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabupaten MalangmusikMusisiPenyanyi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polisi Selidiki Robohnya Kandang Ayam Tewaskan 2 Orang di Wonosari Malang

Solusi Tumpukan Sampah, Landfill Mining TPA Ngipik Gresik Resmi Beroperasi

Safari Ramadan MUI Kecamatan Gresik Edukasi Siswa SMA NU 2

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Curanmor Wringinanom Terungkap Kurang dari 24 Jam, Pelaku Tetangga Kos

Tragedi Sungai Jabung, Kronologi Perempuan 17 Tahun Tewas oleh Temannya

Kapolres AKBP Rama Apresiasi Personel dan Warga Program Jogo Gresik

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Pemkab Gresik Siapkan Rp2,8 Triliun untuk Perbaikan Jalan

Safari Ramadan MUI Kebomas, Tak Sekadar Tausiyah tapi Aksi Nyata

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi 1 Sukses, DU’A FC Juara di Stadion Gajayana

Dua Mantan Petinggi KONI Kabupaten Malang Tersangka, Manajemen Akan Dirombak

Tragedi Sungai Jabung, Kronologi Perempuan 17 Tahun Tewas oleh Temannya

BERITA LAINNYA

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Pemkot Kediri Awasi Keamanan Takjil Selama Ramadan 1447 Hijriah

Analis Apresiasi Gerakan ASRI Polri, Langkah Nyata Kapolri Wujudkan Indonesia Sehat

Polda Jateng Ringkus Kurir Narkoba, 332 Gram Sabu dan 803 Butir Ekstasi Disita

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

BKPSDM Kota Kediri Sosialisasikan PUSDASIP 2026 Berbasis RHK dan IKI

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d