email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 17 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

by Redaksi Javasatu
6 Januari 2026

JAVASATU.COM- Musisi asal Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Matoha Mino, merilis lagu berjudul “Gunung Kawi” sebagai upaya meluruskan stigma mistis yang selama ini melekat pada kawasan tersebut. Lagu itu resmi dirilis secara digital pada 31 Desember 2025 di berbagai platform streaming.

Matoha Mino. (Foto: ist)

Matoha menyebut, persepsi Gunung Kawi identik dengan pesugihan, tuyul, hingga praktik mistik kerap disematkan masyarakat akibat narasi film horor dan sinetron. Padahal, Gunung Kawi memiliki nilai sejarah dan spiritual sebagai kawasan wisata ziarah.

“Gunung Kawi bukan tempat pesugihan. Ini tempat ziarah dan berdoa, makam Eyang Djoego dan Eyang Soejono, laskar Pangeran Diponegoro,” kata Matoha, Senin (6/1/2026).

Pria berusia 57 tahun yang lahir dan besar di Desa Wonosari, Gunung Kawi, itu mengungkapkan ide lagu telah muncul sejak 2005–2008. Lagu tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat kembali memahami esensi doa dan usaha yang benar.

Melalui lirik berbahasa Indonesia, Matoha mengajak publik melihat Gunung Kawi sebagai ruang spiritual, sejarah, dan budaya yang juga dikunjungi peziarah hingga wisatawan mancanegara.

Secara musikal, lagu “Gunung Kawi” menggabungkan unsur gamelan Jawa dengan nuansa musik Islami melalui iringan terbangan atau sholawatan. Proses penulisan lirik memakan waktu sekitar dua pekan dan dibantu almarhum Irwan Sumadi.

Produksi lagu melibatkan grup musik Islami Tajidor Kyai Zakaria, serta instrumen gamelan, drum, viola, keyboard, dan perkusi. Lagu ini dimainkan langsung oleh Matoha bersama putranya, Hanafi Madu W. Sementara paduan suara anak-anak dikoordinasi oleh istrinya, Dwi Siswa, dan arahan vokal dibantu putrinya, Madukina.

BacaJuga :

JessC Fokus Garap Pasar Indonesia Usai Tutup Tur Dunia di Kuala Lumpur

Ifan Seventeen Rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kisah Cinta yang Tak Lagi Sama

Matoha mengaku sengaja menggunakan bahasa Indonesia agar pesan lagu mudah dipahami dan dinyanyikan banyak orang.

“Tujuan utama saya meluruskan stigma. Liriknya harus lugas, sederhana, dan tidak menimbulkan tafsir ganda,” ujarnya.

Lewat lagu ini, Matoha berharap nilai sejarah, spiritualitas, dan budaya Gunung Kawi dapat dikenal lebih luas melalui medium seni, sekaligus menghapus stereotip mistis yang selama ini melekat. (arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabupaten MalangmusikMusisiPenyanyi
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Legislator Aktif Masuk Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang, Etika Dipertanyakan

FKPQ Cerme Salurkan Donasi Rp17,4 Juta untuk Korban Bencana, Gelar Raker 2026

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Mediasi Ditempuh, Proses Hukum Konflik SMK Turen Malang Tak Dihentikan

Polemik Dualisme Yayasan SMK Turen, Bupati Malang Turun Tangan Cari Solusi

Polantas Menyapa, Cara Humanis Satlantas Gresik Rangkul Driver Trans Jatim

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Prev Next

POPULER HARI INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Dukung Program MBG, Juru Masak di Blitar Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi

Isra Mikraj, Wali Kota Kediri Santuni Anak Yatim dan Duafa

Apresiasi Langkah Cepat Kakorlantas Tangani Insiden Mobil Patwal di Tol Tomang

JessC Fokus Garap Pasar Indonesia Usai Tutup Tur Dunia di Kuala Lumpur

OPINI: Implementasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Jatim

Babinsa Dampingi Posyandu Balita di Blora, Dukung Pencegahan Stunting

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d