JAVASATU.COM- Kompilasi musik independen Revolution Autumn #3 resmi dirilis setelah vakum selama hampir 10 tahun. Rilisan ini menjadi penanda kembalinya skena emo revival Indonesia sekaligus penutup dari trilogi Revolution Autumn yang dimulai sejak 2014.

“Revolution Autumn adalah arsip kultural yang merekam perjalanan skena emo revival Indonesia dan perkembangan komunitas musik DIY lintas kota,” tulisnya dalam keterangan pers, Jumat (17/4/2026).
Kompilasi ini berawal dari inisiatif pelaku skena seperti Indra Menus dan Akhmad Alfan Rahadi, kemudian berlanjut melalui kolaborasi komunitas Paguyuban Emo Nusantara serta sejumlah kolektif dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Malang, Kediri, Yogyakarta, hingga Bekasi.
“Ini adalah kerja kolektif yang menunjukkan bahwa skena tetap hidup meski sempat lama tidak aktif,” lanjutnya.
Revolution Autumn #3 dirilis dalam format double-cassette dengan dua versi, yakni Hitam dan Putih. Selain menghadirkan musik, rilisan ini juga membawa konsep visual yang kuat sebagai bagian dari narasi perjalanan skena emo revival.
“Visualnya menggambarkan proses bertahan dan kembali tumbuh setelah fase dorman yang panjang,” jelasnya.
Artwork yang digarap Farhan Endy terinspirasi dari tanaman anggrek asli Indonesia, seperti Dendrobium violaceoflavens dan Vanda tricolor. Proses pertumbuhan tanaman tersebut dijadikan metafora perjalanan skena yang sempat meredup namun kembali hidup.
“Ini tentang kesabaran, proses, dan kolektivitas hingga akhirnya kembali mekar di waktu yang tepat,” ujarnya.
Selain sebagai karya musik, kompilasi ini juga diposisikan sebagai arsip kultural di tengah ketidakpastian global, sebagai upaya menjaga jejak komunitas tetap terdokumentasi.
“Ini adalah bentuk arsip agar suara dan karya skena ini tetap ada untuk jangka panjang,” tegasnya.
Album ini memuat 23 band dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi representasi perjalanan lebih dari satu dekade skena emo revival berbasis DIY. Rilisan terbatas ini dicetak sebanyak 200 keping dalam format kaset.
Revolution Autumn #3 mulai dibuka melalui pre-order pada 16 Februari 2026 dan dirilis penuh pada 28 Februari 2026 dengan harga Rp200 ribu, termasuk dua kaset, stiker, dan mini zine, yang tersedia melalui jaringan label independen lintas kota. (arf)