JAVASATU.COM- Penyanyi Nabila Ellisa resmi merilis EP perdana bertajuk “GERD (Galau Emosional Rasa Diri)” yang memotret pengalaman patah hati, kehilangan, hingga tekanan emosional yang berdampak pada kondisi fisik. Mini album ini sudah tersedia di seluruh platform digital streaming.

EP “GERD” berisi lima lagu dengan fokus utama pada single “Tanyaku”, sebuah lagu pop ballad bernuansa Korea yang mengangkat kisah cinta terhalang perbedaan. Lagu ini bercerita tentang dua insan yang saling mencinta namun tak bisa bersama di dunia, dengan harapan dipertemukan kembali “di surga yang sama”.
“Makna lagu ini sangat dalam, tentang cinta yang tidak bisa bersama di dunia tetapi selalu berdoa untuk satu surga bersama,” ujar Nabila dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).
Judul “GERD” dipilih sebagai metafora dari kondisi kesehatan yang kerap muncul akibat tekanan emosional. Menurut Nabila, patah hati tak hanya melukai perasaan, tetapi juga dapat berdampak pada fisik seperti rasa sesak, perih, dan gelisah.
“Untuk judul album GERD sendiri, karena kondisi ini sangat dekat dengan banyak orang. Saat mengalami putus cinta atau sakit hati, bukan cuma perasaan yang dilukai tapi terkadang berpengaruh pada kesehatan kita. Hal ini juga terjadi sama aku dan mungkin dialami banyak orang di luar sana,” jelasnya.
Melalui EP ini, Nabila juga ingin memperluas identitas musikalnya dari dangdut ke pop.
“Aku memulai karier di genre dangdut, tapi aku ingin memperbanyak katalog lagu pop. Sudah lama aku ingin merilis lagu-lagu ini, akhirnya aku memutuskan merilis mini album dulu,” katanya.
Secara musikal, “Tanyaku” merupakan karya ciptaan Ilyas Bachtiar yang ditulis ulang pada awal 2025 dan diproduksi bersama Joel Christian. Proses rekaman dimulai pertengahan 2025 dengan pengaruh kuat dari lagu-lagu ballad Korea.
“Selama pengerjaan lagu ini, kami banyak mendapat influence dari lagu-lagu ballad Korea yang secara emosional terasa cocok dengan lagu ciptaan Ilyas,” ungkap Nabila.
Kelima lagu dalam EP “GERD” saling terhubung membentuk satu benang merah tentang luka, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri. Nabila berharap karya ini dapat menjadi teman bagi pendengar yang sedang mengalami patah hati.
“Semoga tidak ada lagi yang terus-menerus menyakiti diri karena patah hati. Lewat EP ini, aku ingin pendengar merasa tidak sendirian,” tutupnya. (arf)