Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Top Tiga Band Gelombang Lokal Malang 2026: Merah, Monkey Rude dan Silly Fragments

Syaiful Arif by Syaiful Arif
9 Juni 2026

JAVASATU.COM- Gelombang Lokal Malang 2026 resmi mengumumkan tiga band terbaik hasil program Band Submission. Dari puluhan peserta yang mengikuti proses kurasi, Merah, Monkey Rude, dan Silly Fragments terpilih sebagai Top 3 karena dinilai mampu merepresentasikan keragaman wajah musik independen Kota Malang saat ini.

Silly Fragments. (Foto: Shockss Record)

Ketiga band tersebut hadir dengan warna musik, pengalaman, dan latar generasi yang berbeda. Mulai dari alternative rock modern, ska reggae yang tumbuh bersama kultur komunitas, hingga dream pop yang dibawa generasi muda.

“Ketiga band tersebut bukan hanya menjadi pemenang proses kurasi, tetapi juga representasi dari bagaimana kreativitas, keberagaman, dan semangat kolaborasi terus tumbuh di Kota Malang,” demikian keterangan penyelenggara Gelombang Lokal 2026, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Javasatu.com, Selasa (9/6/2026), melalui Shockss Record.

Gelombang Lokal Malang 2026 digelar pada 22 Mei 2026 di FBN Artisantz Coffee & Eatery. Selain menghadirkan penampilan Bluewaves, Eastcape, dan Rumah Sakit, acara ini juga diramaikan Talkshow with Curator dan Zine Showcase yang mempertemukan musisi, kreator, komunitas, hingga penikmat musik independen dalam satu ruang kolaborasi.

ADVERTISEMENT

Program Band Submission menjadi salah satu agenda utama tahun ini. Puluhan band dari berbagai genre mengikuti proses seleksi yang dinilai oleh Fajrin Nitipraja selaku Founder Pop Rising, Jeff Winanda dari Terpapar Musik, serta vokalis Eastcape, Jul Muttaqien.

Merah Tampil dengan Alternative Rock Modern

Merah menjadi salah satu band yang menarik perhatian para kurator melalui karakter alternative rock modern dengan sentuhan pop-punk yang kuat. Lewat lagu “Bara”, mereka mengangkat cerita tentang perjalanan hidup yang semakin kompleks seiring bertambahnya usia.

Vokalis sekaligus bassist Merah, Juang Pratama, mengaku Gelombang Lokal menjadi salah satu panggung terbaik yang pernah mereka rasakan.

“Perasaan kami sangat senang. Ini salah satu panggung terbaik Merah. Gelombang Lokal bukan hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi musisi,” ujar Juang Pratama.

Monkey Rude. (Foto: Shockss Record)

Monkey Rude Pertahankan Identitas Ska Reggae

Monkey Rude yang terbentuk sejak 2012 di kawasan timur Malang masuk dalam jajaran Top 3 berkat konsistensinya mempertahankan identitas musik ska reggae di tengah perubahan tren musik.

Melalui lagu “Jangan Harap”, Monkey Rude menghadirkan cerita tentang pengkhianatan dalam hubungan serta pentingnya menghargai ketulusan seseorang sebelum semuanya terlambat.

“Gelombang Lokal menjadi ruang yang sangat penting bagi musisi lokal. Acara seperti ini membuktikan bahwa karya-karya dari Malang masih memiliki tempat dan apresiasi yang besar dari masyarakat,” kata Indrajid, vokalis Monkey Rude.

Silly Fragments Jadi Nama Termuda di Top 3

Silly Fragments menjadi nama termuda di antara jajaran Top 3 Band Submission Gelombang Lokal Malang 2026. Band beranggotakan empat perempuan itu mencuri perhatian para kurator lewat karakter dream pop dan alternative pop yang segar dan personal.

Single debut mereka yang berjudul “And Remains” mengangkat kisah patah hati remaja dengan balutan nuansa musik yang ceria dan dreamy.

“Walau kami punya kesibukan masing-masing, Silly Fragments selalu menjadi tempat kami pulang, beristirahat, dan tumbuh bersama. Musik menjadi ruang untuk bercerita sekaligus belajar banyak hal dalam perjalanan kami sebagai band,” ungkap Amo, vokalis dan gitaris Silly Fragments.

Menurut mereka, Gelombang Lokal menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki ruang yang aman dan suportif untuk berkembang tanpa dibatasi oleh genre maupun stereotip tertentu.

Merah. (Foto: Shockss Record)

Cerminan Keragaman Musik Malang

Terpilihnya Merah, Monkey Rude, dan Silly Fragments menunjukkan bahwa perkembangan musik Malang saat ini tidak bergerak dalam satu warna. Alternative rock modern, ska reggae yang tumbuh dari semangat komunitas, hingga dream pop generasi baru dapat hidup berdampingan dalam satu ekosistem yang sehat dan saling mendukung.

Melalui Gelombang Lokal 2026, semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap pelaku kreatif lokal kembali dipertemukan dalam satu panggung yang tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membuka ruang dialog dan jejaring bagi para pelaku industri kreatif di Kota Malang. (arf)

Tags: ArtisBandmusikMusisiPenyanyi
Previous Post

OPINI: Birokrasi Lokal, Wawasan Global

Next Post

Mas Dhito Pastikan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Rampung 2026, Anggaran Rp57 Miliar

Related Posts

HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Musik

HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

23 Oktober 2026
Bina Kamila Racik Identitas Fashion Unik untuk Girl Group South Queen
Musik

Bina Kamila Racik Identitas Fashion Unik untuk Girl Group South Queen

22 Oktober 2026
Tujuh Anggota PSYCHIC FEVER Punya Karakter Berbeda, Ini Pesan Album DIFFERENT
Musik

Tujuh Anggota PSYCHIC FEVER Punya Karakter Berbeda, Ini Pesan Album DIFFERENT

17 Oktober 2026
Fabian Putra Angkat Pergulatan Batin Lewat Single Terbaru
Musik

Fabian Putra Angkat Pergulatan Batin Lewat Single Terbaru

17 Oktober 2026
Fe Jadikan Catatan Harian sebagai Lagu Debut “Selamat Datang”
Musik

Fe Jadikan Catatan Harian sebagai Lagu Debut “Selamat Datang”

13 Oktober 2026
Rusli Zainudin Bongkar Sisi Gelap Manusia Modern Lewat Lagu Hipdut “Budak Cinta”
Musik

Rusli Zainudin Bongkar Sisi Gelap Manusia Modern Lewat Lagu Hipdut “Budak Cinta”

13 Oktober 2026
Next Post
Mas Dhito Pastikan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Rampung 2026, Anggaran Rp57 Miliar

Mas Dhito Pastikan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Rampung 2026, Anggaran Rp57 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com