JAVASATU.COM- Wakil Bupati (Wabup) Gresik dr. Asluchul Alif mengajak Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Gresik memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam membantu pengurusan perizinan pondok pesantren.
Dukungan tersebut disampaikan saat pengukuhan pengurus DPC FKPP Gresik periode 2026-2031 di Aula Masjid Agung Gresik, Jumat (6/11/2026).

Pengukuhan pengurus dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Muhammad Ali Faiq.
Kegiatan tersebut dihadiri para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, serta santri dari sejumlah pesantren di Gresik.
Wabup Gresik Asluchul Alif menyampaikan selamat kepada pengurus FKPP yang baru dikukuhkan. Ia meminta organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antarpesantren, tetapi juga berperan dalam menyatukan potensi serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kita akan bantu. Kami berharap FKPP tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan silaturahim antar pesantren, tetapi menjadi organisasi yang mampu menyatukan potensi dan memperkuat kolaborasi,” ujar Alif.
Menurutnya, salah satu agenda yang perlu menjadi perhatian FKPP adalah membantu mempermudah proses perizinan pondok pesantren. Selain itu, FKPP diharapkan ikut meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, kompetensi ustaz dan tenaga pendidik, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
FKPP juga didorong memperkuat perlindungan dan pemberdayaan santri serta membangun sinergi antara pondok pesantren dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.
Alif menegaskan, pesantren merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Gresik tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, moral, keagamaan, dan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah Kabupaten Gresik memandang pondok pesantren ini sebagai mitra yang sangat strategis untuk pembangunan Gresik. Kita tidak bisa membangun Gresik hanya dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi saja. Kita juga membutuhkan pembangunan karakter moral, keagamaan, religiusitas, dan kualitas sumber daya manusia, karena pesantren memiliki peran yang sangat strategis,” tuturnya.
Ia menambahkan, identitas Gresik sebagai Kota Santri perlu diwujudkan melalui lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, toleran, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Alif juga mengajak pengurus FKPP menjadikan momentum Hari Santri 2026 sebagai penguatan komitmen untuk memajukan pesantren dan meningkatkan kualitas santri.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq meminta pengurus FKPP menjaga identitas Gresik sebagai Kota Santri dengan memperbanyak kegiatan positif dan inovasi.
“Kami tunggu kreativitas para pengurus FKPP. Harapannya nanti ada prestasi yang bisa mengangkat identitas santri atau Kabupaten Gresik di tingkat nasional dan internasional. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada kepengurusan FKPP Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ketua DPC FKPP Gresik H Nailul Muna menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gresik, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Gresik, atas dukungan terhadap pembentukan dan pengukuhan organisasi tersebut.
Ia menyebut FKPP di Jawa Timur baru terbentuk di empat kabupaten, yakni Jombang, Pasuruan, Tuban, dan Gresik.
“Alhamdulillah, setelah dikukuhkan ini harapannya bersinergi dengan seluruh OPD, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Kabupaten Gresik. Dengan tujuan dan sebagaimana slogan FKPP Gresik, Pesantren Kuat Gresik Berkah,” kata pengasuh Ponpes Robitoh Assyifah tersebut. (bas/arf)






