JAVASATU.COM- Universitas Islam Al Azhar (UIZ) Gresik kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Salah satu dosennya, Dr. Muhamad Arif, dipercaya menjadi pembicara tamu (Guest Speaker) dalam webinar internasional bertajuk From Idea to Publications yang diselenggarakan Center for Academic Learning Writing and Support Service (CALWASS) bekerja sama dengan Abdullah Gül University (AGU), Turki, secara daring, Minggu (21/6/2026).

“Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Muhamad Arif menunjukkan bahwa UIZ Gresik sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama mampu terbang lebih tinggi dan menunjukkan eksistensinya di dunia internasional,” kata Rektor UIZ Gresik, Dr. Imam Bahrozi, M.M.
Webinar yang digelar melalui platform StreamYard dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube CALWASS itu diikuti mahasiswa Abdullah Gül University, peneliti, akademisi, serta peserta dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, Dr. Muhamad Arif membagikan pengalaman dan strategi mengembangkan ide penelitian menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa kampus NU tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam forum-forum akademik global,” ujar Imam Bahrozi.
Imam Bahrozi mengatakan internasionalisasi perguruan tinggi menjadi salah satu agenda strategis UIZ Gresik. Karena itu, kampus terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, konferensi internasional, serta memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di berbagai negara.
“Kami terus membangun budaya akademik yang kuat agar melahirkan akademisi yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga hasil dari komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset dan jejaring akademik global. Kolaborasi antara CALWASS dan Abdullah Gül University juga diharapkan membuka peluang kerja sama penelitian dan publikasi bersama di masa mendatang.
“Prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Imam Bahrozi.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Muhamad Arif menekankan pentingnya menemukan ide penelitian yang memiliki kebaruan, relevansi, dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Ia juga mengulas tahapan penting publikasi ilmiah, mulai dari identifikasi research gap, penyusunan artikel secara sistematis, pemilihan jurnal yang tepat, hingga strategi menghadapi proses review dan revisi dari editor maupun reviewer.
“Sebuah penelitian harus memiliki unsur kebaruan dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan agar memiliki nilai lebih untuk dipublikasikan,” kata Dr. Muhamad Arif.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait tantangan publikasi internasional, peningkatan kualitas artikel ilmiah, pemanfaatan teknologi dalam penelitian, hingga pengalaman menghadapi proses publikasi pada jurnal bereputasi internasional.
“Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya minat akademisi muda terhadap dunia riset dan publikasi internasional,” ujar Muhamad Arif. (hoo/nuh)