JAVASATU.COM- Tradisi Selamatan Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kembali digelar pada Sabtu (20/6/2026) sebagai upaya menjaga nilai budaya dan memperkuat kebersamaan warga di tengah derasnya arus digitalisasi. Kegiatan tahunan ini diikuti warga dari sekitar 40 RT di Dusun Tanjung.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan khotmil Qur’an di masjid dan musala se-dusun. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan santunan 31 anak yatim, penampilan qasidah modern As-Sakinah, serta mauidhoh hasanah oleh KH Kholili dari Pagak.
Kepala Desa Banjararum, Za’fari, menegaskan bahwa Selamatan Dusun tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta pembentukan karakter masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital yang berkembang pesat, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebaikan dan kebudayaan lokal.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai kebaikan dan memperkuat rasa cinta sesama warga. Pemerintah desa juga berkewajiban menjaga rasa aman dan tenteram. Selain itu, kita harus mempersiapkan anak-anak menghadapi perkembangan dunia digital yang sangat pesat,” kata Za’fari.

Sementara itu, Kepala Dusun Tanjung, Harianto, mengatakan Selamatan Dusun telah menjadi agenda tahunan sejak 2013 dan terus dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya di tengah perubahan sosial yang cepat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat penting agar generasi muda tidak melupakan akar budaya lokal di tengah arus modernisasi dan teknologi digital.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan budaya dusun kita. Di era digital seperti sekarang, generasi muda mulai melupakan adat dan tradisi, sehingga kegiatan ini menjadi pengingat agar tetap menjaga jati diri masyarakat dusun,” ujarnya.
Ketua panitia Hadi Suliono (RW 07) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan hingga berjalan lancar dan khidmat.
Ia menyebut terdapat penyesuaian rangkaian acara tahun ini, di antaranya penghapusan kirab dan difokuskan pada selamatan serta mauidhoh hasanah.

Dengan kekompakan warga lintas RT, Selamatan Dusun Tanjung menjadi simbol kuatnya gotong royong sekaligus benteng pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi. (san/nuh)