email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Semangati Guru PAUD, HIMPAUDI Gresik Gelar Lomba Kreasi Media APE

by Sudasir Al Ayyubi
18 Februari 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Untuk menyamangati lebih kreatif para guru PAUD. Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Gresik mengadakan lomba kreasi media Alat Permainan Edukatif (APE), Jumat (18/2/2022).

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Gresik, Aisyah (kiri) bersama Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Nur Hamidah (kanan). (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Kegiatan yang mengusung tema ‘Ciptakan APE PAUD yang Kreatif dan Aman’ dilaksanakan di Aula lantai dua Kantor Diknas Gresik Jalan Arief Rahman Hakim.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Gresik, Aisyah mengatakan, tujuan lomba untuk menyemangati para guru PAUD di Gresik agar lebih kreatif lagi dalam menciptakan media APE.

“Jika sudah kreatif dan semangat maka dampaknya suasana pembelajaran anak-anak. Anak-anak bisa nyaman belajar, dan pembelajaran yang diberikan bisa diterima dan dimengerti oleh anak-anak. Dan pastinya kualitas pengetahuan anak bisa tercapai” terang Aisyah, Jumat (8/2/2022).

Aisyah menerangkan, lomba kreasi media APE diikuti oleh seluruh guru PAUD se-Kabupaten Gresik.

“Dari 18 kecamatan se-Gresik yang ikut ambil bagian lomba ada 17 kecamatan, karena Kecamatan Tambak di Bawean absen. Jadi total keseluruhan berjumlah 34 peserta guru PAUD se-Kabupaten Gresik” urai dia.

Kata Aisyah, teknisnya adalah sebelumnya dilakukan lomba secara serentak di tingkat kecamatan masing-masing. Kemudian, dua hasil terbaik setiap kecamatan mewakili lomba tingkat kabupaten.

BacaJuga :

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

LP Maarif NU Dukun Satukan Langkah Madrasah Lewat Rakor Akhir Tahun

“Terbaik tiap kecamatan diambil dua tim. Dan hari ini mengikuti lomba tingkat kabupaten” tegasnya.

“Semoga ke depannya guru PAUD di Kabupaten Gresik lebih kreatif dan semangat dalam mendidik anak-anak” imbuh Aisyah.

Karya yang dilombakan

1 of 3
- +

1.

2.

3.

Ditempat lomba, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Nur Hamidah sangat mendukung dan mengapresiasi upaya meningkatkan kreativitas para guru PAUD di Gresik yang dilakukan oleh HIMPAUDI Gresik.

“Intinya kami dari Diknas bagian PAUD sangat mensupport kegiatan ini. Terutama kepada para guru PAUD agar lebih kreatif dalam menciptakan media pembelajaran anak usia dini” jelas Nur Hamida didampingi Ketua HIMPAUDI Gresik Aisyah, Jumat (18/2/2022).

Ke depan pihaknya memiliki cita-cita membuat sebuah event untuk wadah mengekspresikan kreativitas guru PAUD.

“Saya ingin mengapresiasi karya para guru PAUD. saya ingin mengadakan event yang lebih besar, misalnya ada pameran, dan lombanya juga. Tujuannya untuk memberikan ruang para guru PAUD lebih kreatif lagi” tukas Nur Hamidah.

(Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Tambahan informasi, diperoleh data, hasil lomba kreasi media APE tingkat Kabupaten Gresik yang menjadi juara 1 diraih oleh KBMNU Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Dukun. Juara 2 diraih KB DWP Raci Tengah Kecamatan Sidayu. Dan juara 3 diraih KB Al-Kholidiyah Kecamatan Sidayu. (Bas/Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: APEDiknas GresikGuruHIMPAUDI GresikMedia Pembelajaranpaud

Comments 2

  1. Versa says:
    4 tahun ago

    Menurut saya kalau memang temanya “CIPTA APE PAUD” berarti alat permainannya harus bisa langsung dimainkan oleh anak sehingga bisa menstimulasi 6 aspek perkembangan. Namun kenyataannya, banyak dr beberapa yg juara membuat APE paten (hanya pajangan) yg memang menarik tp tidak bisa menstimulasi langsung perkembangan anak. Mungkin kalau pajangan namanya bukan APE tapi media pembelajaran. Hanya saja sebagai tambahan mereka menghiasi dengan angka, huruf, bentuk, dll. Sebagai orang awam ketika melihat APE tersebut pasti kebingungan bagaimana cara memainkannya, apalagi anak-anak. Selain itu ukuran APE seharusnya juga masuk kriteria penilaian. Kalau APE yg terlalu besar apa mungkin anak-anak bisa memainkan. Itu yang juara 1 bahannya dari sterofoam. Padahal tadi dijelaskan bahwa APE itu harus tahan lama dan kuat. Its not fair. Kalau seperti itu penilaiannya, seharusnya dari awal temanya “KREASI KALENG SUSU….” bukan “CIPTA APE”. Lulusan kuliah PAUD menangis melihat ini karena fakta dilapangan berbeda dengan materi yg diajarkan.

    Balas
  2. Versa says:
    4 tahun ago

    Menurut saya kalau memang temanya “CIPTA APE PAUD” berarti alat permainannya harus bisa langsung dimainkan oleh anak sehingga bisa menstimulasi 6 aspek perkembangan. Namun kenyataannya, banyak dr beberapa yg juara membuat APE paten (hanya pajangan) yg memang menarik tp tidak bisa menstimulasi langsung perkembangan anak. Mungkin kalau pajangan namanya bukan APE tapi media pembelajaran. Hanya saja sebagai tambahan mereka menghiasi dengan angka, huruf, bentuk, dll. Sebagai orang awam ketika melihat APE tersebut pasti kebingungan bagaimana cara memainkannya, apalagi anak-anak. Selain itu ukuran APE seharusnya juga masuk kriteria penilaian. Kalau APE yg terlalu besar apa mungkin anak-anak bisa memainkan. Itu yang juara 1 bahannya dari sterofoam. Padahal sudah dijelaskan bahwa APE itu harus tahan lama dan kuat. Its not fair. Kalau seperti itu penilaiannya, seharusnya dari awal temanya “KREASI KALENG SUSU….” bukan “CIPTA APE”. Lulusan kuliah PAUD menangis melihat ini karena fakta dilapangan berbeda dengan materi yg diajarkan.

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Panen Perdana di Turen, Bupati Malang Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

LP Maarif NU Dukun Satukan Langkah Madrasah Lewat Rakor Akhir Tahun

APBD Bojonegoro 2026 Rp 6,49 Triliun, Kesehatan hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Tiga Komandan Lanud di Makassar

Bakamla Pulangkan Enam Nelayan WNI yang Terdampar di Perairan Timor Leste

Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Diapresiasi Presiden Prabowo

Polisi Bakar Arena Judi Sabung Ayam di Sumberpucung Malang

Jagung Jadi Andalan Gresik Utara, Panceng Disiapkan Jadi Lumbung Pangan

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Diskopindag Kota Malang Fasilitasi Sertifikasi ISO Pabrik Rokok

18 Januari 2026 Legenda Sepak Bola Indonesia akan “Bentrok” di Malang

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Tiga Komandan Lanud di Makassar

Bakamla Pulangkan Enam Nelayan WNI yang Terdampar di Perairan Timor Leste

Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Diapresiasi Presiden Prabowo

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Bupati Pasuruan Temui Pedagang Eks Pasar Gondanglegi, Ini Responsnya

Dandim 0721/Blora Lepas 34 Prajurit Purna Tugas

Apresiasi Tokoh Lintas Agama Warnai Sukses Operasi Lilin Candi 2025 di Jateng

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved