Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Semangati Guru PAUD, HIMPAUDI Gresik Gelar Lomba Kreasi Media APE

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
18 Februari 2022
2

JAVASATU.COM-GRESIK- Untuk menyamangati lebih kreatif para guru PAUD. Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Gresik mengadakan lomba kreasi media Alat Permainan Edukatif (APE), Jumat (18/2/2022).

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Gresik, Aisyah (kiri) bersama Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Nur Hamidah (kanan). (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Kegiatan yang mengusung tema ‘Ciptakan APE PAUD yang Kreatif dan Aman’ dilaksanakan di Aula lantai dua Kantor Diknas Gresik Jalan Arief Rahman Hakim.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Gresik, Aisyah mengatakan, tujuan lomba untuk menyemangati para guru PAUD di Gresik agar lebih kreatif lagi dalam menciptakan media APE.

“Jika sudah kreatif dan semangat maka dampaknya suasana pembelajaran anak-anak. Anak-anak bisa nyaman belajar, dan pembelajaran yang diberikan bisa diterima dan dimengerti oleh anak-anak. Dan pastinya kualitas pengetahuan anak bisa tercapai” terang Aisyah, Jumat (8/2/2022).

Aisyah menerangkan, lomba kreasi media APE diikuti oleh seluruh guru PAUD se-Kabupaten Gresik.

“Dari 18 kecamatan se-Gresik yang ikut ambil bagian lomba ada 17 kecamatan, karena Kecamatan Tambak di Bawean absen. Jadi total keseluruhan berjumlah 34 peserta guru PAUD se-Kabupaten Gresik” urai dia.

Kata Aisyah, teknisnya adalah sebelumnya dilakukan lomba secara serentak di tingkat kecamatan masing-masing. Kemudian, dua hasil terbaik setiap kecamatan mewakili lomba tingkat kabupaten.

“Terbaik tiap kecamatan diambil dua tim. Dan hari ini mengikuti lomba tingkat kabupaten” tegasnya.

“Semoga ke depannya guru PAUD di Kabupaten Gresik lebih kreatif dan semangat dalam mendidik anak-anak” imbuh Aisyah.

Karya yang dilombakan

1 of 3
- +

1.

2.

3.

Ditempat lomba, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Nur Hamidah sangat mendukung dan mengapresiasi upaya meningkatkan kreativitas para guru PAUD di Gresik yang dilakukan oleh HIMPAUDI Gresik.

“Intinya kami dari Diknas bagian PAUD sangat mensupport kegiatan ini. Terutama kepada para guru PAUD agar lebih kreatif dalam menciptakan media pembelajaran anak usia dini” jelas Nur Hamida didampingi Ketua HIMPAUDI Gresik Aisyah, Jumat (18/2/2022).

Ke depan pihaknya memiliki cita-cita membuat sebuah event untuk wadah mengekspresikan kreativitas guru PAUD.

“Saya ingin mengapresiasi karya para guru PAUD. saya ingin mengadakan event yang lebih besar, misalnya ada pameran, dan lombanya juga. Tujuannya untuk memberikan ruang para guru PAUD lebih kreatif lagi” tukas Nur Hamidah.

(Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Tambahan informasi, diperoleh data, hasil lomba kreasi media APE tingkat Kabupaten Gresik yang menjadi juara 1 diraih oleh KBMNU Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Dukun. Juara 2 diraih KB DWP Raci Tengah Kecamatan Sidayu. Dan juara 3 diraih KB Al-Kholidiyah Kecamatan Sidayu. (Bas/Saf)

Tags: APEDiknas GresikGuruHIMPAUDI GresikMedia Pembelajaranpaud
Previous Post

Copet Spesialis Tempat Hiburan Diamankan Polsek Jabung

Next Post

Kapolres Gresik Tinjau Vaksinasi Sekolah di Daerah Perbatasan

Related Posts

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar
Pendidikan

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

17 Oktober 2026
CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik
Pendidikan

CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik

17 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban
Pendidikan

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

13 Oktober 2026
Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas
Pendidikan

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

13 Oktober 2026
Next Post
Kapolres Gresik Tinjau Vaksinasi Sekolah di Daerah Perbatasan

Kapolres Gresik Tinjau Vaksinasi Sekolah di Daerah Perbatasan

Comments 2

  1. Versa says:
    5 tahun ago

    Menurut saya kalau memang temanya “CIPTA APE PAUD” berarti alat permainannya harus bisa langsung dimainkan oleh anak sehingga bisa menstimulasi 6 aspek perkembangan. Namun kenyataannya, banyak dr beberapa yg juara membuat APE paten (hanya pajangan) yg memang menarik tp tidak bisa menstimulasi langsung perkembangan anak. Mungkin kalau pajangan namanya bukan APE tapi media pembelajaran. Hanya saja sebagai tambahan mereka menghiasi dengan angka, huruf, bentuk, dll. Sebagai orang awam ketika melihat APE tersebut pasti kebingungan bagaimana cara memainkannya, apalagi anak-anak. Selain itu ukuran APE seharusnya juga masuk kriteria penilaian. Kalau APE yg terlalu besar apa mungkin anak-anak bisa memainkan. Itu yang juara 1 bahannya dari sterofoam. Padahal tadi dijelaskan bahwa APE itu harus tahan lama dan kuat. Its not fair. Kalau seperti itu penilaiannya, seharusnya dari awal temanya “KREASI KALENG SUSU….” bukan “CIPTA APE”. Lulusan kuliah PAUD menangis melihat ini karena fakta dilapangan berbeda dengan materi yg diajarkan.

    Reply
  2. Versa says:
    5 tahun ago

    Menurut saya kalau memang temanya “CIPTA APE PAUD” berarti alat permainannya harus bisa langsung dimainkan oleh anak sehingga bisa menstimulasi 6 aspek perkembangan. Namun kenyataannya, banyak dr beberapa yg juara membuat APE paten (hanya pajangan) yg memang menarik tp tidak bisa menstimulasi langsung perkembangan anak. Mungkin kalau pajangan namanya bukan APE tapi media pembelajaran. Hanya saja sebagai tambahan mereka menghiasi dengan angka, huruf, bentuk, dll. Sebagai orang awam ketika melihat APE tersebut pasti kebingungan bagaimana cara memainkannya, apalagi anak-anak. Selain itu ukuran APE seharusnya juga masuk kriteria penilaian. Kalau APE yg terlalu besar apa mungkin anak-anak bisa memainkan. Itu yang juara 1 bahannya dari sterofoam. Padahal sudah dijelaskan bahwa APE itu harus tahan lama dan kuat. Its not fair. Kalau seperti itu penilaiannya, seharusnya dari awal temanya “KREASI KALENG SUSU….” bukan “CIPTA APE”. Lulusan kuliah PAUD menangis melihat ini karena fakta dilapangan berbeda dengan materi yg diajarkan.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com