JAVASATU.COM- Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Gresik mengikuti Ujian Akhir Maarif Nahdlatul Ulama (UAMNU) 2026 dengan sistem berbasis komputer (computer based test/CBT). Ujian ini digelar serentak pada 12–20 April 2026 sebagai evaluasi akhir siswa kelas VI di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU. Salah satu madrasah yang telah menerapkan sistem CBT adalah MI Al-Karimi Tebuwung, Dukun, Gresik.

Ketua LP Maarif NU Dukun, Ikhwan Haji S.H.I., M.H., menyebut UAMNU tidak sekadar menjadi penentu kelulusan, tetapi juga berfungsi menjaga standarisasi mutu pendidikan, memperkuat ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah, serta mengukur penguasaan akademik dan kurikulum ke-NU-an siswa secara nasional.
“UAMNU ini bukan hanya evaluasi akhir, tetapi juga untuk memastikan kualitas lulusan tetap terjaga dan memiliki pemahaman ke-NU-an yang kuat,” ujar Ikhwan, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, metode ujian disesuaikan dengan kesiapan masing-masing lembaga, baik berbasis kertas maupun komputer. Namun, penerapan CBT dinilai lebih efektif dalam mendukung sistem evaluasi pendidikan yang modern.
“Pelaksanaan berbasis komputer ini bertujuan meningkatkan efisiensi, objektivitas, dan keamanan dalam proses ujian dengan memanfaatkan teknologi,” tegasnya.
Ikhwan menambahkan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan pelaksanaan UAMNU berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, termasuk mengantisipasi kendala teknis seperti listrik dan jaringan internet.
“Kami juga melakukan monitoring langsung agar pelaksanaan ujian berjalan lancar dan kendala teknis bisa segera diantisipasi,” pungkasnya. (hoo/nuh)