JAVASATU.COM- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam alokasi APBD Jawa Timur tahun 2026. Meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi di berbagai sektor, alokasi mandatory spending sebesar 20% dipastikan tidak akan berkurang untuk mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Hal tersebut disampaikan Aries saat mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian revitalisasi 38 sekolah di Malang Raya, Jumat (2/1/2026).
Komitmen di Tengah Efisiensi Anggaran
Aries menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberlanjutan dari program tahun 2025 yang telah menyentuh lebih dari 300 satuan pendidikan di seluruh Jawa Timur dengan total anggaran mencapai Rp450 miliar.
“Tahun 2026 tidak ada pengurangan khusus untuk perbaikan sekolah rusak, kebutuhan ruang kelas baru, maupun penyediaan alat vokasi dan laboratorium. Ini adalah instruksi Ibu Gubernur agar pendidikan tetap berjalan lancar dan kebutuhan kelas tercukupi, meskipun kita berada di tengah efisiensi anggaran,” ujar Aries.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Pendidikan Jatim menerapkan sistem seleksi ketat berbasis proposal. Aries merinci bahwa setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
- Pengajuan: Sekolah menyampaikan kebutuhan sarana prasarana melalui proposal resmi kepada Dinas Pendidikan.
- Verifikasi: Tim khusus akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi riil di sekolah, apakah kerusakan disebabkan oleh faktor usia bangunan atau bencana alam.
- Skala Prioritas: Penentuan penerima didasarkan pada tingkat urgensi, seperti ketiadaan laboratorium, ruang kelas yang tidak layak, hingga ketiadaan fasilitas sanitasi (toilet) yang representatif.
“Tahun lalu baru menjangkau sekitar 300 sekolah, padahal jumlah sekolah kita ribuan. Maka dari itu, kami melakukan klasifikasi secara bertahap. Sekolah yang belum mendapatkan bantuan dan kondisinya mendesak akan menjadi prioritas utama di tahun ini,” tambahnya.
Program revitalisasi ini, menurut Aries, adalah bagian dari visi besar “Jatim Cerdas” dan “Jatim Gerbang Baru Nusantara”. Melalui perbaikan fisik dan penyediaan alat praktik yang modern, diharapkan lulusan SMA/SMK di Jawa Timur memiliki daya saing tinggi sesuai standar industri.
“Ini bukan sekadar membangun gedung, tapi menciptakan lompatan transformasi agar proses belajar mengajar aman dan nyaman. Kami ingin setiap rupiah dari APBD berdampak nyata bagi kualitas SDM kita,” pungkas Aries. (Jup)