JAVASATU.COM-GRESIK- Aula KH Gufron Thohir, YPI Darussalam Cerme, Gresik, dipenuhi suasana haru pada Sabtu (24/5/1025). Ratusan siswa kelas 9 SMP YPI Darussalam 1 Cerme bersama guru dan staf menghadiri Tasyakuran Peserta Didik Tahun Ajaran 2024–2025. Acara ini menandai berakhirnya masa pendidikan tingkat SMP bagi angkatan ke-55.

Mengusung tema “Merajut Asa, Satukan Rasa, Menjadi Generasi Penerus Bangsa”, acara ini dirancang sebagai refleksi perpisahan sekaligus penyematan harapan.
“Bukan sekadar akhir masa belajar, ini bentuk syukur atas perjuangan kalian selama tiga tahun,” ujar Kepala SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Harianto, M.Pd dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya terus bermimpi, berusaha, dan menjaga integritas di jenjang pendidikan berikutnya.

Acara dibuka dengan penampilan pencak silat oleh siswa kelas 9 dan tari remo oleh Almira Novitasari dari kelas 8A.
Suasana menjadi khidmat saat seluruh siswa kelas 9 membacakan ikrar dengan lantang, menegaskan komitmen pada nilai kejujuran dan semangat belajar.

Pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi. Wildan Firdaus (9C) dinobatkan sebagai siswa terbaik bidang akademik, Nadifa Aulia Putri Syifana (9C) di bidang madin, dan Agus Wawan (9C) untuk kategori TPQ. Penghargaan khusus juga diberikan kepada 14 santri tahfidz yang memenuhi kualifikasi.
“Di sinilah kami tumbuh, belajar, tertawa, bahkan bersedih. Kami berterima kasih atas ilmu dan keteladanan yang telah diberikan,” ujar Wildan mewakili siswa kelas 9 dalam pidato perpisahannya.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan harapan. Doa penutup dipimpin oleh Ustaz Musyarof Azizi.
Tasyakuran ditutup dengan berbagai penampilan seni dari siswa dan tayangan kilas balik perjalanan mereka selama di SMP.

Di balik kemeriahan itu, terselip pesan mendalam: sekolah melepas para siswa bukan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai calon penerus bangsa yang diharapkan membawa nama baik agama dan negara. (Bas/Nuh)