Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Penguatan Ketahanan Pangan dengan Smart Farming dan Agritech

Javasatu by Javasatu
11 Juli 2023

JAVASATU.COM- Sejumlah terobosan dan inovasi sedang gencar dilakukan pemerintah untuk penguatan ketahanan pangan nasional. Mulai dari pengembangan Food Estate Keerom, sampai penerapan smart farming dan agritech.

Direktur Pembiayaan Pertanian, Kementerian Pertanian, Indah Megahwati. (Foto: Kementerian Pertanian for Javasatu.com)

Food Estate Keerom Papua diharapkan bisa berkembang dengan baik dan kehadirannya selain memenuhi kebutuhan jagung di Indonesia Timur juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Penguatan ketahanan pangan ini menjadi salah satu agenda prioritas dalam rangka mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi global, imbas perang Rusia-Ukraina yang masih belum kunjung selesai, serta pengaruh perubahan iklim.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati, Senin (10/7/2023) di Jakarta. Seperti diketahui, pekan lalu Presiden Joko Widodo telah melaksanakan panen perdana jagung di Food Estate Keerom bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang didampingi jajaran pejabat Kementerian Pertanian RI, dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Indah menambahkan, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pihaknya akan terus memacu penerapan kemajuan teknologi dan mengadopsi konsep smart farming untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Dalam konteks ini, petani dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang dapat dibeli melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat aktivitas pertanian mereka dan mencapai hasil yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

“Smart farming menggabungkan teknologi digital dan pertanian tradisional untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan,” papar Indah.

Indah menjelaskan bahwa salah satu elemen penting dari smart farming adalah penggunaan agritech, yang mencakup berbagai teknologi dan inovasi seperti sensor tanah, drone pertanian, Internet of Things (IoT), dan analisis data.

“Visi smart farming adalah membuat sistem pertanian yang cerdas dan inovatif yang mengintegrasikan teknologi canggih untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan, menghasilkan makanan yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga lingkungan,” jelas Indah.

Melalui penggunaan agritech, petani dapat memantau kondisi pertanian secara akurat, mengelola sumber daya secara efisien, serta mengoptimalkan proses budidaya dan pemeliharaan tanaman.

Dalam konteks meningkatkan produksi pangan nasional inilah, Indah terus menghimbau agar petani di Indonesia dapat memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk membeli alat dan mesin pertanian yang didukung oleh agritech.

“KUR adalah program pemerintah yang menyediakan pembiayaan dengan bunga rendah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk petani. Dengan KUR, petani dapat mengakses alat dan mesin pertanian modern yang diperlukan untuk menerapkan smart farming,” tegas Indah.

Indah menekankan dalam mengimplementasikan smart farming dan membeli alat dan mesin pertanian yang didukung oleh agritech, KUR memainkan peran penting dalam mendukung petani.

“Kementerian Pertanian telah memperkuat program KUR dan kami ingin meningkatkan kesadaran petani tentang manfaatnya untuk memaksimalkan potensi teknologi pertanian modern,” tukas Indah.

Food Estate Keerom Papua

Dalam kunjungan kerjanya pekan lalu, Presiden Joko Widodo telah meninjau langsung ladang jagung di kawasan food estate, Desa Wambes, Kecamatan Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, pada Kamis (6/7/2023) lalu. Presiden mengaku gembira melihat kemajuan ladang yang baru pertama kali digunakan dan diolah untuk menanam jagung. Meski baru, ladang tersebut diperkirakan dapat menghasilkan panen jagung melebihi standar nasional.

“Kira-kira (hasilnya) 7 ton per hektarenya, karena standar nasionalnya 5,6 ton per hektare, ini sudah 7 (ton) karena memang saya melihat tanahnya sangat subur tapi airnya perlu dikelola dengan baik,” ungkap Presiden.

(Foto: Kementerian Pertanian for Javasatu.com)

Presiden juga menyebut bahwa harga jual dari panen jagung di kawasan tersebut cukup tinggi, berkisar Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pokok produksi (HPP). Menurut Presiden, harga tersebut dapat memberikan keuntungan besar bagi petani.

“Saya kira sudah untungnya gede. Artinya kalau 7 ton per hektare kali Rp 6 ribu berarti sudah Rp 42 (juta) per hektare. Hati-hati. Kalau kita punya 1.000 (hektare) berarti Rp 42 miliar, gede banget untuk hanya 3 bulan atau 100 hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menyebut bahwa jika produktivitasnya tinggi, lahan jagung tersebut diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional, khususnya Indonesia Timur.

“Ini untuk Indonesia Timur nanti kalau memang ini sudah betul karena produktivitasnya tinggi di atas 7 ton, misalnya masyarakat akan berbondong-bondong pasti akan mau ke sini,” tutur Presiden.

Saat berbincang dengan awak media, Presiden Jokowi juga sempat menugasi Syahrul untuk menyiapkan sistem pengelolaan lumbung pangan. Dengan demikian, pengelolaan nantinya bisa diserahkan sepenuhnya ke pemerintah daerah.

“Pelaksanaannya kalau Pak Mentan sudah percobaan, sudah kelihatan semuanya, mestinya sudah otonomi, tanggung jawab Pak Bupati,” ujar Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Syahrul hadir ke Papua bersama jajaran pejabat Kementerian Pertanian yang dipimpinnya. Dua diantaranya adalah Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, dan Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati.

Baca Juga: 
  • Menjaga Kebersihan Dan Higienitas Bayi

Dalam kunjungan kerja bersama Menteri Pertanian dan Dirjen PSP di Papua, Direktorat Pembiayaan Pertanian juga telah menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian kepada masyarakat di Papua, pada Selasa (4/7/2023). (***)

Tags: Kementerian Pertanian
Previous Post

Bakamla RI Gagalkan Transshipment Kapal Super Tanker di ZEE Indonesia-Malaysia

Next Post

Eksaminasi dan Supervisi Bidang Pidum Kejati Jatim di Kejari Kota Malang

Related Posts

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar
Pertanian

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar

31 Agustus 2026
Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih
Pertanian

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

19 Agustus 2026
Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik
Pertanian

Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik

12 Agustus 2026
Petro Agrifood Expo 2026 Dibuka, Bupati Yani Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian
Pertanian

Petro Agrifood Expo 2026 Dibuka, Bupati Yani Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

24 Juli 2026
Wamentan: Jawa Timur Penyumbang Hampir 50 Persen Produksi Gula Nasional
Pertanian

Wamentan: Jawa Timur Penyumbang Hampir 50 Persen Produksi Gula Nasional

18 Juli 2026
Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik
Pertanian

Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik

17 Juli 2026
Next Post
Eksaminasi dan Supervisi Bidang Pidum Kejati Jatim di Kejari Kota Malang

Eksaminasi dan Supervisi Bidang Pidum Kejati Jatim di Kejari Kota Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com