JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat modernisasi sistem irigasi pertanian sebagai langkah menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin mengancam produktivitas lahan.

Melalui dukungan Kementerian Pertanian RI, sebanyak 30 kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) menerima bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan, disertai alat dan mesin pertanian (alsintan), yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di halaman Kantor Bupati Gresik, Jumat (17/7/2026).
Bupati Yani menegaskan, perubahan iklim menjadi tantangan terbesar sektor pertanian saat ini. Karena itu, pemerintah daerah mendorong modernisasi irigasi agar lahan yang selama ini bergantung pada curah hujan tetap dapat berproduksi.
“Ini adalah inovasi pemerintah untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Ketika Dinas Pertanian dan Dinas PU berkolaborasi dengan baik, persoalan air bisa dijawab melalui irigasi perpompaan maupun irigasi perpipaan sehingga lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat kembali produktif,” kata Bupati Yani.
Bantuan dari Kementerian Pertanian RI tersebut meliputi dua unit traktor roda empat, satu unit traktor roda dua, satu unit pompa air, bantuan irigasi perpompaan untuk 27 kelompok tani/gapoktan, serta irigasi perpipaan bagi tiga kelompok tani/gapoktan. Setiap unit irigasi perpompaan bernilai Rp155,7 juta, sedangkan irigasi perpipaan senilai Rp97 juta per unit.
Menurut Bupati Yani, modernisasi irigasi merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di tengah perubahan pola cuaca. Ia menyebut produktivitas pertanian Gresik terus mengalami peningkatan sehingga perlu didukung infrastruktur pengairan yang lebih andal.
“Alhamdulillah produktivitas pertanian Gresik sampai hari ini terus meningkat. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Bupati Yani juga meminta Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum memperkuat kolaborasi dalam memetakan lahan potensial yang membutuhkan pengembangan jaringan irigasi, khususnya di wilayah Benjeng dan Balongpanggang yang masih memiliki peluang peningkatan luas tanam.
Selain pembangunan infrastruktur irigasi, pemerintah juga menilai kebijakan nasional yang menjaga stabilitas harga hasil panen dan mempermudah akses pupuk bersubsidi menjadi faktor penting dalam meningkatkan semangat petani untuk terus berproduksi.
“Harga pascapanen sekarang stabil sehingga petani tidak dirugikan. Persoalan pupuk juga semakin baik, akses pupuk subsidi semakin mudah dengan harga yang terjangkau. Ini memberikan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui modernisasi alsintan dan penguatan infrastruktur irigasi. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengajak kepala desa, penyuluh pertanian, petugas teknis, serta kelompok tani untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh bantuan secara optimal agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. (bas/arf)