JAVASATU.COM- BPJS Kesehatan Cabang Gresik menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik untuk memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyampaikan pesan tentang pentingnya kepesertaan JKN dan pola hidup sehat melalui khutbah serta tausiyah para ulama.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam silaturahmi jajaran BPJS Kesehatan Cabang Gresik dengan pengurus MUI Kabupaten Gresik di Kantor MUI Gresik, Kamis (16/7/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan hasil pertemuan BPJS Kesehatan dengan MUI Provinsi Jawa Timur agar sinergi serupa diwujudkan hingga tingkat kabupaten.
“Kedatangan kami adalah untuk bersilaturahim dengan para kiai. Selain itu, kami menindaklanjuti pertemuan di MUI Jawa Timur yang berharap adanya kolaborasi antara MUI di daerah dengan BPJS Kesehatan di daerah,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo.
Melalui kolaborasi tersebut, BPJS Kesehatan berharap para ulama dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat JKN, pentingnya menjadi peserta aktif, sekaligus membiasakan pola hidup sehat melalui pendekatan keagamaan.
“Kami memohon arahan dari para kiai agar manfaat JKN dan pentingnya hidup sehat dapat disampaikan melalui tausiyah maupun materi khutbah, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan,” kata Janoe.
Ia menambahkan, Program JKN telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Di Kabupaten Gresik, komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik melalui program Universal Health Coverage (UHC) dinilai turut memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Di Gresik ini komitmen Bupati Gus Yani terhadap kesehatan masyarakat sangat besar melalui program UHC. Alhamdulillah layanan kesehatan bagi masyarakat Gresik dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, MUI sejak awal mendukung penyelenggaraan BPJS Kesehatan karena selaras dengan salah satu tujuan utama syariat Islam (maqashid syariah), yaitu hifzhun nafs atau menjaga jiwa.
“Saya merasa bersyukur karena sejak awal BPJS Kesehatan mendapat dukungan dari MUI. Program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan hifzhun nafs, yakni menjaga keselamatan jiwa melalui semangat saling membantu dan bergotong royong,” tutur KH Ainur Rofiq.
Ia menegaskan, MUI siap mendukung berbagai program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat, termasuk memperkuat edukasi JKN melalui kegiatan dakwah. Bahkan, kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
“Bagi MUI, selama program itu baik dan memberikan kemaslahatan bagi rakyat, maka patut kita dukung. Bahkan jika memungkinkan dapat ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman, termasuk dalam bidang dakwah dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut KH Ainur Rofiq, MUI Kabupaten Gresik selalu terbuka membangun sinergi dengan berbagai pihak sepanjang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk BPJS Kesehatan, selama tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Kesehatan dan MUI Kabupaten Gresik berharap pemahaman masyarakat mengenai Program JKN semakin meningkat, sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan jaminan kesehatan nasional dapat terus diperkuat melalui pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. (bas/arf)