email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 8 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik

by Sudasir Al Ayyubi
12 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Pemerintah menyiapkan dua skema pengairan untuk mengatasi kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Lahan yang memiliki sumber air di sekitar sawah akan mendapat bantuan pompa, sementara lahan tanpa sumber air akan ditangani dengan pembangunan sumur dangkal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Wabup Gresik Asluchul Alif meninjau lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik, Selasa (11/8/2026). (Dok: Pemkab Gresik)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan skema tersebut saat meninjau lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik, Selasa (11/8/2026). Luas lahan terdampak kekeringan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 200 hektare.

Amran mengatakan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi sumber air di masing-masing wilayah. Pemerintah tidak ingin kekeringan menghambat produktivitas pertanian, sehingga intervensi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Amran.

Sebagai bagian dari penanganan tersebut, Kementerian Pertanian menyalurkan 54 unit irigasi perpompaan ke Kabupaten Gresik. Pemerintah juga memberikan sembilan unit irigasi perpipaan dan merehabilitasi 12 jaringan irigasi tersier.

Bantuan tersebut diarahkan untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau sekaligus mempertahankan produktivitas petani.

Amran menegaskan pemerintah tetap melakukan mitigasi meski kondisi produksi beras Jawa Timur relatif aman. Produksi beras di wilayah tersebut saat ini disebut mencapai sekitar 1,3 juta ton.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Selain pengairan, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap produktivitas petani melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kementerian Pertanian menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani di Gresik.

Amran mengatakan mekanisme bantuan alsintan juga akan disederhanakan agar buruh tani lebih mudah memperoleh peralatan pertanian seperti traktor, combine harvester dan alat tanam.

Pengusulan bantuan nantinya akan diperkuat melalui peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Amran.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Gresik juga mendorong pembangunan kolam retensi di wilayah selatan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sumber daya air dan membantu mengantisipasi persoalan kekeringan yang berulang.

Amran menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendukung rencana tersebut, termasuk dengan Kementerian ATR/BPN jika terdapat persoalan pertanahan.

Ia meminta Pemkab Gresik menyampaikan kebutuhan pembangunan kolam retensi secara tertulis agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegas Amran.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam menangani persoalan kekeringan di wilayahnya. Menurutnya, bantuan pengairan sangat penting untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian selama musim kemarau.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Alif.

BacaJuga :

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Alif mengatakan Pemkab Gresik siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani dan berbagai pihak untuk memastikan penanganan kekeringan berjalan efektif.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian Gresik sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” katanya. (bas/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabupaten GresikkekeringanPertanian

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Flashlight Mob UMM Gen 26 Libatkan 5.600 Maba, Tanpa Kertas dan Bebas Sampah

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

Studi APPRI: Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Bidik ROI

Bakorwil Apresiasi Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Nama Pemprov Jatim

Kemarau Bikin Lahan Kering, Warga Kabupaten Malang Diingatkan Tak Asal Bakar

Polres Gresik Raih Pelayanan Prima Nasional, 5 Personel Diganjar Penghargaan

Kapolres Malang Dorong HMI Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

Dana Hibah KONI Kota Blitar Belum Cair, Ini Penjelasan Pemkot

Kapolresta Malang Kota Siapkan Buku Bahasa Walikan, Jaga Budaya Lokal

Sepekan, 1.770 Botol Miras Ilegal Disita di Kabupaten Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

BERITA LAINNYA

Flashlight Mob UMM Gen 26 Libatkan 5.600 Maba, Tanpa Kertas dan Bebas Sampah

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

Studi APPRI: Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Bidik ROI

Bakorwil Apresiasi Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Nama Pemprov Jatim

Kemarau Bikin Lahan Kering, Warga Kabupaten Malang Diingatkan Tak Asal Bakar

Polres Gresik Raih Pelayanan Prima Nasional, 5 Personel Diganjar Penghargaan

Kapolres Malang Dorong HMI Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

Dana Hibah KONI Kota Blitar Belum Cair, Ini Penjelasan Pemkot

Kapolresta Malang Kota Siapkan Buku Bahasa Walikan, Jaga Budaya Lokal

Sepekan, 1.770 Botol Miras Ilegal Disita di Kabupaten Malang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved