Javasatu, Malang- Hasil Riset Kolaborasi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Adiwangsa Research and Consultant untuk Pilkada Kabupaten Malang 2020, cukup mengejutkan.
Menurut direktur Adiwangsa Research and Consultant, Mahatva Yoga Adipradana. Calon petahana HM Sanusi berpasangan dengan Didik Gatot Subroto yang di dukung PDI Perjuangan, belum cukup aman dan bisa dikalahkan.

“Dari seluruh kesimpulan kami selama riset dan hasil survey Jaring Aspirasi masyarakat untuk Pilkada Kabupaten Malang 2020, calon petahana masih bisa dikalahkan. Artinya apa, siapapun figur calon untuk Pilkada Kabupaten Malang nanti, masih bisa berpotensi untuk menang” terangnya minggu (1/3/2020) siang di Poskoffie Kepanjen, Kabupaten Malang.
Lanjut Yoga, Ini bisa disebabkan karena mesin politik yang enggan mensosialisasikan calon kandidatnya. Sementara kewenangan menentukan kandidat itu hanya dimiliki oleh DPP.
“Kami melihat sejak oktober 2019 sampai hari ini, kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang ini masih tarik ulur. Ada semacam krisis kepemimpinan yang disebabkan kesempatan tokoh lokal di Malang untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah, ternyata dikalahkan oleh royalis sekaligus loyalis dari partai politik. Dan ini akan menjadi rancu, karena parpol hanya mementingkan sikap elitis melalui rekomendasi pusat” tegasnya.
Pria yang menyelesaikan Program Ilmu Politiknya di Universitas Brawijaya (UB) Malang ini memaparkan, jaring aspirasi dilakukan terhadap 480 orang di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Mereka yang mengikuti riset merupakan pemilih aktif pada Pilkada tahun 2019. Menggunakan teknik multistage random sampling. Dilakukan sejak tanggal 10 januari hingga 20 februari 2020. Dengan usia responden 31 tahun sampai 40 tahun, dan usia 41 tahun sampai 50 tahun.
“Toleransi margin of error survei kurang lebih 3,5 persen dengan derajat kepercayaan sebesar 95 persen. Responden diwawancarai tatap muka oleh asisten peneliti berpengalaman” pungkas Yoga. (Agb/Arf)