email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Alasan PDIP dan Golkar Memimpin Dihasil Survei Denny JA

by Syaiful Arif
2 November 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam hasil surveinya menyebutkan alasan PDIP dan Golkar memimpin sementara di bulan November 2022, atau 15 bulan jelang Pemilu 2024. Data diterima redaksi media ini pada Selasa (1/11/2022).

Alasan PDIP Unggul

(Sumber foto: Tangkapan layar hasil survei Denny JA)

Mengapa PDIP masih unggul? hasil survei menyebutkan, setidaknya ada dua alasan.

Pertama, Jokowi masih populer. Jokowi jauh lebih identik dengan PDIP.

Kedua, karena PDIP menjadi pahlawan menolak perpanjangan jabatan presiden dan presiden tiga periode.

Publik yang menolak perpanjangan jabatan presiden angkanya mencapai 74,1 persen. Publik yang menolak presiden 3 periode angkanya mencapai 77,2 persen.

Dalam hal ini, penolakan PDIP terhadap dua isu tersebut sejalan dengan keinginan rakyat.

Alasan Golkar Unggul

(Sumber foto: Tangkapan layar hasil survei Denny JA)

Kemudian mengapa Golkar masih unggul? Denny JA menyebut ada tiga alasan yang bisa menjelaskan.

BacaJuga :

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

Pertama, kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap penanganan Covid-19 mencapai angka 76,5 persen. Dua aktor utama yang dikenal luas bertanggung jawab atas penanganan Covid-19 adalah Airlangga Hartarto dan Luhut Panjaitan. Keduanya dikenal sebagai tokoh Golkar.

Kedua, publik optimis ekonomi rumah tangga tahun depan lebih baik. Publik yang menyatakan ekonomi rumah tangga mereka tahun depan lebih baik berada diatas 60 persen.

Menteri Koordinator Ekonomi adalah Airlangga Hartarto yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

Dan ketiga, Golkar masih unggul, Golkar dan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto (Ketum AH) muncul sebagai game changer/Trendsetter melalui Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Lahirnya KIB mengubah tren politik.

(Sumber foto: Tangkapan layar hasil survei Denny JA)

Dukungan Partai Politik

PDIP dan Golkar memimpin. Kedua partai ini sudah mendapatkan dukungan di atas 10 persen. Sedangkan partai lainnya masih di bawah 10 persen.

Jika pemilu dilakukan pada saat survei dilakukan, PDIP mendapatkan dukungan sebesar 20,9 persen. Golkar mendapatkan dukungan sebesar 14,5 persen.

Ditempat ketiga ada Gerindra dengan dukungan sebesar 9,8 persen. Selanjutnya ada PKS dengan dukungan sebesar 8,3 persen, PKB dengan dukungan sebesar 5,9 persen, Demokrat dengan dukungan sebesar 5,4 persen. Partai-partai lainnya dukungannya masih di bawah 4 persen.

Jika dibandingkan dengan persentase perolehan kursi pileg 2019, hanya PDIP dan Golkar partai yang pernah menang pemilu yang perolehannya mendekati suara pileg 2019.

PDIP pada saat pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 22,6 persen, saat ini berada pada level dukungan 20,9 persen.

Golkar pada saat pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 14,78 persen, saat ini pada level dukungan 14,5 persen.

Partai Demokrat yang pernah menang pileg pada tahun 2009, saat ini berada pada level dukungan 5,4 persen. Pada pileg 2019 yang lalu, persentase kursi Demokrat mencapai 9,39 persen.

Pertumbuhan Pro-Syariat Islam

Menurut survei Denny JA, alasan kedua PDIP dan Golkar unggul sementara karena pertumbuhan pro syariat Islam.

Dipaparkan, Publik yang pro-syariat Islam sebesar 12,5 persen. Hal ini didapatkan dari pertanyaan, jika ada sekelompok orang/golongan di Indonesia memberikan aspirasi mereka dengan menyarankan ideologi pancasila diganti dengan syariat Islam sebagai panduan hukum berbangsa dan bernegara, seberapa setuju Ibu/Bapak dengan hal tersebut.

Publik yang menyatakan setuju/sangat setuju sebesar 12,5 persen. Publik yang menyatakan sangat tidak setuju/tidak setuju sebesar 77,8 persen, dan 9,7 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Publik yang pro-syariat Islam terus menaik angkanya. Dengan pertanyaan yang sama di tahun 2012, publik yang pro-syariat Islam berada di angka 5,6 persen.

Lima tahun kemudian, di tahun 2017, angkanya menjadi 9,3 persen. Sekarang di tahun 2022, angkanya menjadi 12,5 persen.

Jika dibedah data tahun 2022 ini. Dilihat dari segmen pendidikan, semakin rendah pendidikan, semakin tinggi pro-syariat Islam.

Pendidikan tamat SD kebawah yang pro-syariat Islam sebesar 13,8 persen. Pendidikan tamat SMP kebawah yang pro-syariat Islam sebesar 17,1 persen. Pendidikan tamat SMA kebawah yang pro-syariat Islam sebesar 9,1 persen.

Pendidikan D3 keatas yang pro-syariat Islam sebesar 8,6 persen. Di pendidikan bawah (Tamat SD dan SMP ke bawah) pro-syariat Islam paling tinggi.

Pro Syariat Islam dan Partai Politik

PDIP dan Golkar memimpin di populasi umum. PDIP di populasi umum mendapatkan dukungan sebesar 20,9 persen. Golkar di populasi umum mendapatkan dukungan sebesar 14,5 persen.

Diikuti oleh Gerindra di populasi umum ini dengan dukungan sebesar 9,8 persen, kemudian PKS 8,3 persen, dan PKB 5,9 persen.

Namun PKS dan PPP unggul di populasi pro-syariat Islam. PKS di populasi pro-syariat Islam mendapatkan dukungan sebesar 18,0 persen. PPP di populasi pro-syariat Islam mendapatkan dukungan 14,0 persen.

Diikuti oleh PKB di populasi pro-syariat Islam ini dengan dukungan sebesar 10,2 persen, kemudian PAN, 8 persen, dan Gerindra 8 persen.

PDIP dan Golkar lebih unggul lagi di populasi yang tidak pro-syariat Islam.

PDIP di populasi yang tidak pro-syariat Islam mendapatkan dukungan sebesar 23,6 persen.

Golkar di populasi yang tidak pro-syariat Islam mendapatkan dukungan sebesar 17,7 persen. Diikuti oleh Gerindra dengan dukungan sebesar 10,5 persen, kemudian Demokrat 6 persen, dan PKB 4,7 persen.

Perlun diinformasikan, survei nasional LSI Denny JA dilakukan pada 11-12 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview).

Sedangkan, Margin of error (Moe) survei sebesar kurang lebih 2,9 persen. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview. (Saf)

Selengkapnya data Survei Nasional LSI Denny JA dapat diklik di sini: LSI Denny JA_Parpol dan Syariat Islam

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Denny JAGolkarLSI Denny JApdipPemilu 2024Satupena
ADVERTISEMENT

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    3 tahun ago

    Semangat Sepanjang Masa Succesfull Sedulur

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Pemkot Malang Dinilai Tak Bisa Tunjukkan Alas Hak Supit Urang-Pandanwangi

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

Bupati Gresik Ajak Perempuan Tentukan Arah Pembangunan di Musrenbang 2026

Gresik Jadi Tuan Rumah Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

Siswa MI Al-Karimi Gresik Tasmi’ Juz 1 dan 2 Sekali Majelis

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

Musrenbang, Wabup Gresik Tegaskan Sinkronisasi Usulan Desa

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

BERITA LAINNYA

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved