JAVASATU-SIDOARJO- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Sidoarjo Jawa Timur resmi diterapkan dan masuk dalam kategori level empat penyebaran COVID-19. Serta ada beberapa sektor yang dilakukan pengetatan, seperti hajatan pernikahan.

Kapolresta Sidoarjo, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menegaskan, untuk kegiatan hajatan pernikahan masih boleh dilakukan dengan ketentuan maksimal hanya diikuti 30 orang dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sementara, tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya akan ditutup.
“Untuk kegiatan peribadatan selama PPKM Darurat ini dilakukan di rumah masing-masing” katanya saat ditemui usai apel gelar pasukan di Mapolresta Sidoarjo seperti dilansir dari Nusadaily.com, Sabtu (3/7/2021).
Selain itu, Kusumo menyampaikan, berkaitan dengan kegiatan masyarakat seperti pusat perbelanjaan mal wajib tutup. Sedangkan restoran dan tempat makan masih bisa buka dengan catatan hanya melayani delivery order atau takeaway.
“Sektor non esensial 100 persen WFH, untuk sektor esensial sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keramaian dan tempat fasilitas publik semuanya harus tutup, jika melanggar aturan tersebut, akan kita tindak” tegasnya.
Seperti yang diketahui, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. 3 hingga 20 Juli 2021.
Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 menjadi payung hukum pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen.
Baca Juga:
-
Polisi Halau Pesepeda di Jalan Sudirman-Thamrin – Kliktimes.com
-
Laksanakan PPKM Darurat, Bupati Malang Sanusi Sepakat Perketat 3 Wilayah di Malang Raya – Tugujatim.id
-
PPKM Darurat, Dua Even Kota Batu Ditunda – Nusadaily.com
Adapun penetapan level wilayah tersebut berpedoman pada Indikator Penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. (Kim/Saf)
Comments 5