Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Bapenda Kabupaten Malang Sebut Santerra Sumbang Pajak Rp2,5 Miliar

Agung Baskoro by Agung Baskoro
5 Juni 2025

JAVASATU.COM-MALANG- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang menyebut Florawisata Santerra De Laponte sebagai penyumbang pajak hiburan tertinggi di wilayahnya. Total kontribusi pajak dari tempat wisata yang berlokasi di Kecamatan Pujon itu tercatat mencapai lebih dari Rp2,5 miliar sepanjang tahun 2024.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara. (Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

“Pajak hiburan sebesar Rp2,1 miliar dan pajak restoran Rp381 juta. Totalnya Rp2,5 miliar lebih,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara saat dihubungi wartawan, Kamis (5/6/2025) malam.

Made menjelaskan, pajak hiburan mencakup retribusi tiket masuk dan parkir, sementara pajak restoran berasal dari beberapa wahana kuliner di dalam kawasan wisata tersebut.

“Untuk pajak hiburan, Florawisata Santerra yang paling besar di Kabupaten Malang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
Sumber data: Bapenda Kabupaten Malang.

Pernyataan ini sekaligus menjawab polemik seputar dugaan pelanggaran izin yang sebelumnya disampaikan anggota DPRD Kabupaten Malang. Manajemen Santerra membantah tudingan tersebut dan menyebut pihaknya justru mendapat penghargaan dari Bupati Malang sebagai pelaku usaha tertib pajak pada 2024 lalu.

“Kami tidak punya tunggakan pajak. Justru dapat piagam penghargaan dari Bupati,” ujar Manager Operasional Santerra, Viqi Litiawan Cesi, dikonfirmasi wartawan pada Rabu (4/6/2025)

Viqi juga mengatakan pengembangan kawasan wisata Santerra saat ini masih dalam proses perizinan. Ia memastikan bahwa kegiatan usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk pengembangan memang masih berproses. Tapi kontribusi kami untuk pajak daerah tetap jalan,” ujarnya.

Piagam penghargaan patuh pajak. (Foto: Dok. Javasatu.com)

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Malang sempat mendesak agar Santerra De Laponte disegel karena diduga belum memiliki izin lengkap dan badan usaha resmi. Namun hingga kini, tempat wisata seluas 3,6 hektare itu masih beroperasi seperti biasa. (Agb/Saf)

Tags: bapenda kabupaten malangFlora Wisata SanterraKecamatan PujonSanterra De Laponte
Previous Post

PAC Fatayat NU Dukun Salurkan Bantuan untuk Korban Rumah Terbakar

Next Post

Rektor UNU Pasuruan Raih Gelar Doktor Lewat Riset Literasi Digital di Pesantren

Related Posts

Tuntaskan Misi PBB di Kongo, 467 Prajurit Kostrad Pulang Bawa Kehormatan
Berita

Tuntaskan Misi PBB di Kongo, 467 Prajurit Kostrad Pulang Bawa Kehormatan

31 Oktober 2026
Polresta, Pemkot Malang dan Tugu Tirta Tanam Pohon untuk Jaga Sumber Air
Berita

Polresta, Pemkot Malang dan Tugu Tirta Tanam Pohon untuk Jaga Sumber Air

31 Oktober 2026
200 Pesilat Cilik Meriahkan Festival Kampung Silat Majalengka, H Baya Dorong Regenerasi Atlet
Berita

200 Pesilat Cilik Meriahkan Festival Kampung Silat Majalengka, H Baya Dorong Regenerasi Atlet

31 Oktober 2026
Polres Malang Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying dan Tawuran
Berita

Polres Malang Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying dan Tawuran

31 Oktober 2026
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolres Majalengka Sebut Wartawan Saudara
Berita

HUT ke-75 Humas Polri, Kapolres Majalengka Sebut Wartawan Saudara

30 Oktober 2026
HUT ke-2 Madas Nusantara Dihadiri Dasco dan Tokoh Nasional, Jusuf Rizal Diperhitungkan
Berita

HUT ke-2 Madas Nusantara Dihadiri Dasco dan Tokoh Nasional, Jusuf Rizal Diperhitungkan

30 Oktober 2026
Next Post
Rektor UNU Pasuruan Raih Gelar Doktor Lewat Riset Literasi Digital di Pesantren

Rektor UNU Pasuruan Raih Gelar Doktor Lewat Riset Literasi Digital di Pesantren

Comments 1

  1. Bayu says:
    1 tahun ago

    Harusnya sebagai wakil rakyat pak Lukman harusnya dipikirkan dampaknya buat masyarakat kecil disekitaran Santera bila mmg hal tsb ada harusnya ditegur secara pribadi
    Coba anda pikir jika tidak ada santera pedagang kecil disekitaran Santera para pelaku parkir disekitar santera

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com