JAVASATU.COM- Polda Jawa Tengah mengungkap kasus peredaran narkotika, psikotropika, dan obat berbahaya di Kabupaten Demak. Seorang pria berinisial ABN (22) yang diduga sebagai bandar sekaligus pengedar diamankan dalam penggerebekan di wilayah Kecamatan Mranggen, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol. Yos Guntur mengatakan pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas kemudian mengamankan tersangka di rumahnya.
“Anggota kami kemudian melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial ABN (22), warga Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, yang diketahui berperan sebagai bandar sekaligus pengedar,” ujar Yos Guntur, Kamis (23/4/2026).
Penangkapan dilakukan di rumah tersangka di kawasan Kebun Arum Utara, Kelurahan Kebonbatur. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan warga, polisi menemukan berbagai barang bukti narkotika dan obat berbahaya.
“Dalam penangkapan tersebut petugas menemukan 10 paket sabu seberat 4,81 gram, 60 butir psikotropika jenis Alprazolam (ATARAX), serta 941 butir obat Yarindo. Kami juga mengamankan timbangan digital dan plastik klip,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang berinisial P yang saat ini berstatus DPO. Barang tersebut kemudian dijual kembali untuk keuntungan pribadi, bahkan sebagian dikonsumsi sendiri.
Yos Guntur menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan pemasok utama yang masih dalam pencarian.
“Kasus ini menunjukkan adanya jaringan peredaran narkotika dan obat berbahaya yang terorganisir. Kami akan terus mengembangkan untuk menangkap pemasok utama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Sinergi masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk memberantas narkoba,” pungkasnya.
Saat ini tersangka ditahan dan dijerat Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana berat termasuk penjara seumur hidup atau pidana mati. (wan/nuh)