Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dai Asal Malang Gaungkan “Peradaban Ibrahimik” dalam Khutbah Iduladha

Javasatu by Javasatu
27 Mei 2026
0

JAVASATU.COM- Momentum Iduladha 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi intelektual dan spiritual yang kuat di Masjid Ibrahim, Barek, Lawang, Kabupaten Malang. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Peradaban Ibrahimik sebagai Jalan Tengah antara Tradisi dan Modernitas”, dai asal Singosari, Malang, Ery Santika A, S.ST, M.Ag, tampil membawa gagasan segar tentang pentingnya membangun peradaban Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualitas.

Ery Santika A, S.ST, M.Ag saat khutbah salat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Ibrahim, Barek, Lawang, Kabupaten Malang. (Foto: Javasatu.com)

Khutbah Iduladha tersebut menjadi berbeda dari umumnya, karena tidak hanya berbicara tentang ritual kurban semata, tetapi juga mengangkat dimensi peradaban, moralitas, hingga krisis manusia modern. Dengan gaya penyampaian yang reflektif dan argumentatif, Ery Santika mengajak umat Islam memahami Iduladha sebagai “proyek besar kemanusiaan” yang diwariskan Nabi Ibrahim AS.

“Iduladha bukan sekadar penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum membangun kembali ruang spiritual Nabi Ibrahim: ruang pengorbanan, ruang keikhlasan, dan ruang peradaban,” tegasnya, Rabu (27/5/2026).

Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa istilah Peradaban Ibrahimik merujuk pada perpaduan antara tauhid, akal sehat, kemajuan ilmu pengetahuan, dan kemuliaan moral.

Menurutnya, dunia modern saat ini menghadapi dua krisis besar sekaligus: kelompok yang terlalu fanatik terhadap tradisi hingga menolak perubahan, dan kelompok yang terlalu larut dalam modernitas hingga kehilangan arah spiritual.

“Peradaban Ibrahimik hadir sebagai jalan tengah. Tidak anti tradisi, tetapi juga tidak anti kemajuan,” ujarnya.

Mengutip kisah Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an, Ery Santika menjelaskan bahwa Islam mengajarkan tradisi yang kritis dan rasional. Nabi Ibrahim, katanya, adalah simbol keberanian berpikir dan kemampuan menguji warisan leluhur dengan akal sehat serta wahyu.

Pada bagian paling mengena dari khutbahnya, Ery Santika menjelaskan bahwa kurban sebagai simbol perjuangan melawan egoisme manusia. Ia menyebut bahwa yang paling sulit dikorbankan sering kali bukan harta, melainkan kesombongan, kerakusan, dan ambisi yang melampaui batas.

“Manusia besar bukan yang mengambil sebanyak-banyaknya, tetapi yang mampu memberi sebesar-besarnya,” katanya, seraya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama.

Khutbah tersebut ditutup dengan seruan agar umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai persoalan masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis pendidikan dan kemanusiaan.

Ery Santika A, S.ST, M.Ag dalam khutbah Iduladha ini seakan menghadirkan warna baru dakwah: religius tetapi rasional, ilmiah tetapi tetap membumi. Gagasan “Peradaban Ibrahimik” yang ia gaungkan menjadi refleksi penting bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang pembangunan manusia dan peradaban yang berkeadaban. (arf)

Tags: BarekDa'iIduladhaKabupaten MalangKecamatan LawangKhutbahLawangMasjid IbrahimReligi
Previous Post

Lapas Kelas I Malang Potong 10 Sapi dan 15 Kambing untuk Warga Binaan

Next Post

Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Sembelih Hewan Kurban untuk Warga

Related Posts

BKM Baitul Amin Kampung Wonobungkah Siapkan Dakwah Digital dan Ekonomi Umat
Religi

BKM Baitul Amin Kampung Wonobungkah Siapkan Dakwah Digital dan Ekonomi Umat

20 September 2026
Isa Mantap Masuk Islam di MUI Gresik, Mengaku dari Hati Nurani
Religi

Isa Mantap Masuk Islam di MUI Gresik, Mengaku dari Hati Nurani

13 September 2026
MUI Kebomas Konsisten Khataman Al-Qur’an Setiap Akhir Bulan, Ada Santunan
Religi

MUI Kebomas Konsisten Khataman Al-Qur’an Setiap Akhir Bulan, Ada Santunan

28 Agustus 2026
KH Abdul Muhshi: Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi
Religi

KH Abdul Muhshi: Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi

25 Agustus 2026
Haul ke-626 Sunan Gresik, Tradisi Religi yang Terus Dijaga
Religi

Haul ke-626 Sunan Gresik, Tradisi Religi yang Terus Dijaga

25 Agustus 2026
Ribuan Jemaah Hadiri Haul Sunan Gresik ke-626, Ustazah Halimah Alaydrus Isi Pengajian Putri
Religi

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Sunan Gresik ke-626, Ustazah Halimah Alaydrus Isi Pengajian Putri

22 Agustus 2026
Next Post
Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Sembelih Hewan Kurban untuk Warga

Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Sembelih Hewan Kurban untuk Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas
  • Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako
  • Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah
  • Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan
  • Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com