JAVASATU.COM- Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitul Amin Kampung Wonobungkah, Kelurahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, menyiapkan program dakwah digital dan pemberdayaan ekonomi umat untuk periode 2026/2027.

Program tersebut menjadi salah satu hasil rapat kerja BKM Baitul Amin yang digelar Minggu (20/9/2026). Pemanfaatan teknologi informasi diarahkan tidak hanya untuk mendukung dakwah digital, tetapi juga administrasi masjid dan pengembangan ekonomi umat di sekitar masjid.
Rapat kerja yang dihadiri seluruh pengurus BKM Baitul Amin itu juga menyusun sejumlah program jangka pendek dan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ibadah, dan pemberdayaan masyarakat.
Di bidang keagamaan, pengurus akan menata jadwal imam, muadzin, penceramah dan khatib secara tertib serta berkesinambungan. Program keagamaan lainnya meliputi peringatan hari besar Islam, pengajian rutin dan pendidikan Al-Qur’an melalui TPA/TPQ.
Sementara program sosial mencakup santunan bagi duafa, fakir miskin dan yatim piatu yang selama ini telah berjalan. BKM juga mempertahankan program Jumat Berkah serta menyiapkan kegiatan donor darah dan pengobatan gratis.
Pengelolaan sarana dan prasarana masjid juga menjadi perhatian. BKM merencanakan perawatan kebersihan, perbaikan fasilitas fisik serta optimalisasi kenyamanan ruang ibadah.
Di sisi tata kelola, dana infak, sedekah dan wakaf akan dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme.
Ketua PHBI Kampung Wonobungkah, Saliman, juga mendorong penguatan peran remaja masjid. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting untuk membangun generasi muslim yang cerdas, berakhlak dan peduli terhadap kegiatan keagamaan.
“Perlu digiatkan dan lebih ditingkatkan remaja masjid untuk membangun generasi muslim yang cerdas dan berakhlak, serta peduli dengan kegiatan keagamaan,” kata Saliman.
Penasihat BKM Baitul Amin, Fajar Sodiq, menekankan pentingnya keteladanan pengurus dalam menjalankan seluruh program yang telah disusun.
“Mindset dan dedikasi pengurus seyogyanya bisa dijadikan tolok ukur kepedulian masyarakat terhadap kemakmuran masjid. Oleh sebab itu, kami mengimbau dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan nantinya para pengurus juga bisa hadir meramaikan dan memakmurkan masjid. Sehingga imbauan kita bisa diikuti oleh masyarakat Wonobungkah,” tegas Fajar.
Sementara itu, Wakil Ketua Takmir Baitul Amin, Aris Purwaningrum, mengatakan pelaksanaan program akan disesuaikan dengan kemampuan, potensi, fasilitas dan aset yang dimiliki masjid.
“Kita akan melaksanakan program sesuai kemampuan, kita laksanakan terlebih dahulu kegiatan sesuai kemampuan, potensi dengan fasilitas maupun aset yang ada. Untuk menjalankan program, kita gelar yang jangka pendek terlebih dahulu. Untuk program yang membutuhkan konsentrasi tinggi, kita rapatkan kembali bersama takmir,” pungkas Aris. (wan/arf)