email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

ICCCF Celaket 2024 Meriah, Ada Sarasehan Budaya hingga Ritual Tradisional

by Redaksi Javasatu
28 Oktober 2024
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM-MALANG- International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF) ke-8 di kampung Celaket kota Malang berlangsung meriah dengan rangkaian acara sarasehan budaya hingga ritual tradisional.

Seminar. (Foto: Istimewa)

Seminar nasional bertema pemajuan kebudayaan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya pada Sabtu (26/10/2024) menjadi pembuka festival yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/10/2024).

Dalam seminar, Prof. Dr. Wahyudi Winarjo dari Universitas Muhammadiyah Malang dan arkeolog M. Dwi Cahyono menjadi narasumber yang membahas “Landscape Pemajuan Kebudayaan.”

Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan 2 Universitas Brawijaya, Dr. Ahmad Imron Rozuli, dihadiri oleh mahasiswa asing dari negara-negara seperti Afghanistan, Mesir, dan Nigeria. Mereka sangat antusias mengikuti paparan tentang Kampung Celaket di Kota Malang.

Dwi Cahyono menjelaskan bahwa Kampung Celaket terletak di sepanjang aliran sungai Brantas dan merupakan kawasan bersejarah yang sudah ada sejak era Hindu-Buddha.

“Dulu, Celaket adalah kawasan pertanian dan menjadi lumbung padi. Namun kini, persawahannya telah hilang. Situs Mbah Tugu dan pohon loh yang ada di sana menjadi bukti sejarah dan kekayaan budaya kawasan itu,” kata Dwi.

Tumpeng. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Prof. Wahyudi memaparkan empat strategi pemajuan kebudayaan: perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

BacaJuga :

Tusuk Wanita Open BO di Malang, Tersangka Dijerat Pembunuhan Berencana

Pesantren Ramadan SMAN 8 Malang Satukan Tiga Angkatan dalam Satu Spirit

Menurutnya, perlindungan dapat dilakukan melalui inventarisasi, pemeliharaan, dan publikasi, sedangkan pengembangan bertujuan memperkaya keragaman budaya.

“Pemanfaatan bertujuan membangun karakter bangsa, sementara pembinaan melalui pendidikan kebudayaan sangat penting,” jelasnya.

Situs. (Foto: Istimewa)

Setelah seminar, rangkaian acara berlanjut dengan ritual selamatan di situs Mbah Tugu dan Naditira Pratisan di tepi sungai Brantas. Prosesi ini termasuk arak-arakan tujuh tumpeng dan tarian magis yang menjadi daya tarik pengunjung.

Sabtu malam (26/10/2024), seniman pencak silat Kampung Celaket tampil memukau, sementara pada Minggu (27/10/2024), pengunjung dapat menyaksikan kesenian jaranan, bantengan, dan karnaval budaya yang diikuti 100 mahasiswa asing dari 40 negara.

Acara puncak menampilkan tari-tarian tradisional serta fashion show batik Celaket yang memperkaya keragaman ICCCF tahun ini. (Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BTCICCCFKampung Celaket

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Mudik Lebaran, Warga Bisa Titip Kendaraan Gratis di Polres Malang

Polisi Tangkap Pengedar Serbuk Petasan di Warkop Menganti

Tusuk Wanita Open BO di Malang, Tersangka Dijerat Pembunuhan Berencana

6 Warga Mimika Dipulangkan Usai Operasi TNI, Kodim Tegaskan Proses Sesuai Hukum

Mahasiswa Universitas Uluwiyah Mojokerto Asah Kreativitas Siswa Lewat Lomba Kolase

Polantas Gresik Santuni Anak Yatim, Tebar Kebaikan di Ramadan

Raih 44 Emas di Porprov Jatim 2025, Atlet Gresik Diguyur Bonus Rp9,3 Miliar

Penumpang KM Dharma Ferry VII yang Jatuh di Laut Gresik Ditemukan Tewas

Pemkot Kediri Siapkan SK Wali Kota Bantuan Beras 2026, 4.285 Warga Jadi Penerima

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Disabilitas di Banjararum Singosari Diserahkan ke RSBL Pasuruan

TNI Gagalkan Serangan KKB di Tembagapura Mimika, 1 Tewas, 6 Diamankan

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

OSS Tak Bertaji? PBG-SLF Kabupaten Malang Disebut Masih Dipersulit Oknum

Mahasiswa Universitas Uluwiyah Mojokerto Asah Kreativitas Siswa Lewat Lomba Kolase

BERITA LAINNYA

6 Warga Mimika Dipulangkan Usai Operasi TNI, Kodim Tegaskan Proses Sesuai Hukum

Mahasiswa Universitas Uluwiyah Mojokerto Asah Kreativitas Siswa Lewat Lomba Kolase

Pemkot Kediri Siapkan SK Wali Kota Bantuan Beras 2026, 4.285 Warga Jadi Penerima

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

DPMPTSP Kota Kediri Jadi Rujukan WBK, Tulungagung Studi Tiru Zona Integritas

TNI Gagalkan Serangan KKB di Tembagapura Mimika, 1 Tewas, 6 Diamankan

Publik Apresiasi Kapolda NTB Usai Bongkar 157 Kasus Narkoba

Debut Angele Lapp di “Downtown Girl”, Bidik Pasar Pop Filipina Modern

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi II Malang Sukses Digelar, Satria Muda Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved