Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

DPRD Gresik Dukung Migran Center, Anggarkan Rp 600 Juta untuk Perlindungan Pekerja

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
23 Juli 2025

JAVASATU.COM- DPRD Kabupaten Gresik mendukung rencana pengalihan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi Migran Center sebagai upaya memperkuat perlindungan bagi pekerja migran asal Gresik.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchammad Zaifuddin. (Foto: Ist)

Dukungan itu disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Selasa (22/7/2025), yang membahas perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchammad Zaifuddin, mengungkapkan bahwa BLK yang ada saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar aset tersebut difungsikan kembali untuk melayani kebutuhan pekerja migran.

“Kita punya BLK tapi kurang optimal fungsinya. Maka itu akan dialihfungsikan sebagai Migran Center,” ujar Zaifuddin.

ADVERTISEMENT

Zaifuddin menjelaskan, perubahan PPAS 2025 mencakup tambahan anggaran sekitar Rp 600 juta dari APBD Gresik. Dana ini akan digunakan untuk mendukung sejumlah program strategis Disnaker, seperti penguatan Unit Reaksi Cepat (URC) pengawasan ketenagakerjaan dan pembangunan ruangan Migran Center.

“Anggaran sekitar Rp 600 juta itu untuk URC, ruangan Migran Center, dan program lainnya,” tambahnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen DPRD dan Pemkab Gresik dalam memperkuat layanan ketenagakerjaan, terutama untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kami ingin pekerja migran asal Gresik punya kompetensi dan terlindungi. Jangan sampai jadi korban TPPO,” tutup Zaifuddin. (Bas/Arf)

Tags: BLKDisnaker GresikDPRD GresikPekerja Migran
Previous Post

Presiden Prabowo Lantik 2.000 Perwira TNI-Polri, Siap Jaga Kedaulatan NKRI

Next Post

Tesis Doktoral UMM: K-Pop Bentuk Identitas Sosial Baru, Picu Imperialisme Budaya di Kalangan Muda

Related Posts

Wali Kota Malang Lantik 176 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Pemerintahan

Wali Kota Malang Lantik 176 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

24 Oktober 2026
Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi
Pemerintahan

Pemkab Malang Tunggu Aturan Gaji ASN via Kopdes dan PPPK dari APBN

21 Oktober 2026
APBD Kota Batu 2027 Capai Rp1,07 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
Pemerintahan

APBD Kota Batu 2027 Capai Rp1,07 Triliun, Ini Rincian Anggarannya

15 Oktober 2026
Wali Kota Malang Perkuat Pengendalian Emisi Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik
Pemerintahan

Wali Kota Malang Perkuat Pengendalian Emisi Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik

13 Oktober 2026
120 Pejabat Pemkab Blitar Dilantik, Pelayanan Publik Jadi Tantangan
Pemerintahan

120 Pejabat Pemkab Blitar Dilantik, Pelayanan Publik Jadi Tantangan

12 Oktober 2026
Pemkab Kediri Bidik Investor di Jatim Fest dan EJIF 2026
Pemerintahan

Pemkab Kediri Bangun Zona Integritas, Cegah Korupsi dan Gratifikasi

6 Oktober 2026
Next Post
Tesis Doktoral UMM: K-Pop Bentuk Identitas Sosial Baru, Picu Imperialisme Budaya di Kalangan Muda

Tesis Doktoral UMM: K-Pop Bentuk Identitas Sosial Baru, Picu Imperialisme Budaya di Kalangan Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com