email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 3 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sidang Dugaan Penganiayaan Bos Bengkel Malang, Saksi Akui Ada Cekcok dan Gigitan saat Kejadian

by Yondi Ari
29 Oktober 2025

JAVASATU.COM- Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dua pihak, yakni Oce (Bos Bengkel atau korban) dan Fania (terdakwa), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (28/10/2025). Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi yang merupakan suami terdakwa untuk memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.

Sidang Dugaan Penganiayaan Bos Bengkel Malang. (Foto: Yondi Ari/Javasatu.com)

Kuasa hukum Korban, Wildan, SH, mengatakan keterangan saksi suami terdakwa pada dasarnya sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Saksi mengakui adanya cekcok antara Fania dan Oce yang dipicu oleh perbedaan pendapat soal pembayaran fee lawyer.

“Dari kesaksian, diketahui memang sempat terjadi adu mulut. Fania menggigit tangan kanan korban dua kali, kemudian terjadi dorongan hingga korban terjatuh. Namun, penyebab jatuhnya masih diperdebatkan, apakah akibat gigitan atau karena terjatuh sendiri,” ujar Wildan usai sidang.

Wildan menambahkan, saksi juga menyebut bahwa setelah korban terjatuh, Oce mengalami luka di kepala dan sempat dirawat lima hari di rumah sakit. Sementara seorang saksi lain, tukang cat yang ada di lokasi, mengaku melihat peristiwa itu dan langsung melapor ke pihak keamanan setempat.

“Sekuriti kemudian melapor ke komandannya, dan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” imbuhnya.

“Harapan kami, majelis hakim memutus dengan seadil-adilnya sesuai fakta di persidangan,” tutup Wildan.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Sutoto Winarno, SH, menyampaikan bahwa kliennya tidak berniat melakukan penganiayaan. Ia menegaskan bahwa gigitan yang dilakukan Fania merupakan bentuk pembelaan diri saat bahunya dicengkeram oleh korban.

“Terdakwa menggigit karena merasa sakit saat dicengkeram. Setelah itu korban menarik dan melempar terdakwa, namun justru korban yang kehilangan keseimbangan dan jatuh sendiri,” jelas Sutoto.

BacaJuga :

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

Sutoto juga menyoroti perbedaan antara hasil visum dan kondisi fisik korban yang dinilai tidak sebanding dengan fakta di lapangan.

“Visum menyebut berat badan korban 65 kilogram, tapi saat persidangan disebut 105 kilogram. Kami nilai ini janggal dan akan dibuktikan pada sidang berikutnya,” tegasnya.

Agenda sidang selanjutnya dijadwalkan pada 4 November 2025, dengan menghadirkan saksi dari Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Saksi tersebut merupakan dokter yang menerbitkan visum dan akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memberikan keterangan medis terkait luka korban.

Kedua belah pihak berharap majelis hakim dapat menilai perkara ini secara adil dan obyektif. (dop/saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: PN KepanjenSidang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

BERITA LAINNYA

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved