JAVASATU.COM- Korps Mubaligah Kabupaten Gresik menggelar pelatihan public speaking bertajuk “Powerful Islamic Speaking: Membawa Pesan Ilahi dengan Retorika Modern”, Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini digelar di Aula PLHUT Kementerian Haji dan Umrah, Kompleks Kemenag Gresik.

Pelatihan tersebut diselenggarakan Divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Mubaligah PD Korps Mubaligah DMI Gresik sebagai upaya meningkatkan kapasitas mubaligah dalam menyampaikan dakwah secara komunikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 35 anggota internal Korps Mubaligah Gresik serta 10 peserta dari Badan Otonom DMI, yakni BKMM, Prima, dan eLMC.
Hadir pula Ketua PD DMI Kabupaten Gresik KH Zainal Abidin, S.Ag., M.Fiil, Ketua PW Korps Mubaligah Jawa Timur Nur Khosiah, M.Pd, penasihat Dr Aminatun Habibah, M.Pd, serta jajaran pembina lainnya.
Pelatihan menghadirkan Hj Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I., CMC sebagai narasumber. Ia dikenal sebagai dosen, presenter, MC nasional, CEO Cita Entertainment, serta pengasuh Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya.
Ketua PC Korps Mubalighah Gresik, Nyai Dina Amaliyah Mushthoza, S.Pd.I., M.Pd, mengatakan pelatihan ini difokuskan untuk penguatan internal pengurus agar memiliki kemampuan berbicara di depan publik secara terstruktur dan profesional.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas mubaligah dalam teknik berbicara di ruang publik. Alhamdulillah, DMI Kabupaten Gresik mendukung penuh, baik secara moril maupun materil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Afiyah Wiji Rahayu, S.Ag, menilai pelatihan ini penting untuk menjawab tantangan utama seorang public speaker, seperti rasa gugup dan kehilangan fokus saat berbicara.
“Pemateri membekali peserta dengan prinsip public speaking yang efektif, yakni edukatif, persuasif, informatif, komunikatif, dan menghibur,” jelasnya.
Dalam materinya, Nur Cita menekankan pentingnya kesiapan personal seorang public speaker, mulai dari penampilan, manajemen waktu, hingga penguasaan materi.
“Cara berpakaian adalah kesan pertama yang dilihat audiens. Disiplin waktu dan persiapan matang akan membuka lebih banyak peluang. Mulailah berbicara yang penting, bukan sekadar penting bicara,” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat peran mubaligah sebagai komunikator dakwah yang adaptif, berkarakter, dan mampu menyampaikan pesan keislaman secara efektif di tengah masyarakat modern. (bas/arf)