email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

by Redaksi Javasatu
15 Januari 2026
ADVERTISEMENT
Ilustrasi

OPINI

Belajar dari Isra Mikraj

(Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Oleh: Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE – Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Di tengah derasnya arus informasi serta dinamika sosial-politik yang kian kompleks, bangsa Indonesia menghadapi satu persoalan mendasar, yakni krisis kepercayaan. Kepercayaan publik terhadap para pemimpin dan institusi negara kerap diuji oleh berbagai peristiwa yang mempertanyakan integritas, konsistensi, serta keteladanan moral. Dalam konteks inilah peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari 2026 menemukan relevansi sosialnya, bukan semata sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai momentum refleksi kepemimpinan.

Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang menuntut keimanan dan kepercayaan penuh umat kepada Rasulullah SAW. Kisah perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha tidak hanya menguji kepercayaan umat pada masa itu, tetapi juga menegaskan kualitas pribadi Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa amanah. Dalam peristiwa Mi’raj tersebut, Nabi menerima perintah salat, sebuah amanah agung yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat Islam hingga hari ini.

Konsep amanah menempati posisi sentral dalam ajaran Islam. Al-Qur’an dengan tegas memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak dan keadilan ditegakkan (QS. An-Nisa: 58). Amanah bukan sekadar kejujuran administratif, melainkan kesanggupan moral untuk memikul tanggung jawab dengan penuh kesadaran spiritual. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai al-Amīn, sosok yang terpercaya bahkan sebelum beliau diangkat sebagai rasul. Inilah teladan kepemimpinan yang berakar pada integritas, bukan pada pencitraan.

Salat sebagai buah utama dari peristiwa Isra Mikraj sejatinya memiliki dimensi sosial yang kuat. Al-Qur’an menyatakan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabut: 45). Hal ini menegaskan bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi membentuk kesadaran etis dalam kehidupan publik. Seorang pemimpin yang menjaga salat secara substansial semestinya tercermin dalam sikap adil, rendah hati, serta konsisten antara ucapan dan tindakan.

Namun, dalam realitas Indonesia hari ini, jarak antara nilai ideal dan praktik kepemimpinan masih terasa lebar. Rendahnya kepercayaan publik menunjukkan bahwa banyak jabatan dipersepsikan sebagai kekuasaan, bukan sebagai amanah. Ketika keteladanan memudar, masyarakat menjadi semakin skeptis, dan ruang publik pun dipenuhi kecurigaan serta polarisasi. Dalam situasi semacam ini, pesan Isra Mikraj hadir sebagai pengingat bahwa kepemimpinan sejati selalu berpijak pada nilai-nilai transenden.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Sebagai bangsa yang religius, Indonesia sejatinya memiliki modal spiritual yang kuat. Namun, modal tersebut hanya akan bermakna apabila nilai-nilai agama diterjemahkan ke dalam etika kepemimpinan yang nyata. Di sinilah peran kaum intelektual dan akademisi menjadi sangat penting. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang amanah, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual harus bermuara pada tanggung jawab sosial. Kenaikan derajat seseorang, termasuk seorang pemimpin, tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar amanah yang mampu ditunaikan. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan pemimpin yang layak dipercaya.

Pada akhirnya, peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi cermin bagi kita semua, terutama para pemegang amanah publik. Krisis kepercayaan tidak dapat diselesaikan dengan retorika semata, melainkan dengan keteladanan nyata. Dari Isra Mikraj, kita belajar bahwa kepemimpinan yang amanah lahir dari kesadaran spiritual yang kokoh dan komitmen moral yang konsisten. Dari sanalah harapan pemulihan kepercayaan publik dapat tumbuh kembali. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Isra MikrajOpini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jarang Tersorot, Modin Perempuan Disantuni MUI Panceng

Debut Angele Lapp di “Downtown Girl”, Bidik Pasar Pop Filipina Modern

Ribuan Warga Padati Cap Go Meh Gresik, Kapolres Turun Tangan

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Safari Ramadan MUI Kebomas, Ortu Diingatkan Pergaulan Anak

OSS Tak Bertaji? PBG-SLF Kabupaten Malang Disebut Masih Dipersulit Oknum

Pesantren Ramadan SMAN 8 Malang Satukan Tiga Angkatan dalam Satu Spirit

Bank Jatim Bantu Tiga Mobil Operasional untuk Pesantren di Gresik

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pesantren Ramadan SMAN 8 Malang Satukan Tiga Angkatan dalam Satu Spirit

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

RSUD Gambiran Kediri Buka Skrining Kanker Payudara Rp450 Ribu hingga 18 Mei 2026

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

BERITA LAINNYA

Debut Angele Lapp di “Downtown Girl”, Bidik Pasar Pop Filipina Modern

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

RSUD Gambiran Kediri Buka Skrining Kanker Payudara Rp450 Ribu hingga 18 Mei 2026

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

SPPT PBB Kota Kediri 2026 Mulai Didistribusikan ke Seluruh Kelurahan, Mari Bayar Pajak

MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Serukan PBB dan OKI Hentikan Eskalasi

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Chanté Karya Citra Kirana Hadirkan Koleksi Eksklusif di Shopee Big Ramadan Sale

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi II Malang Sukses Digelar, Satria Muda Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d